“Salah satunya dengan para lulusan dan anak muda bekerja kemudian mendapatkan penghasilan dapat mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Karena secara otomatis ketika penghasilan masyarakat meningkat diatas UMR maka angka kemiskinan akan ikut menurun,” paparnya.
Asep juga mengapresiasi kinerja DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya yang dinilainya telah mampu menjalankan program Pemagangan Nasional sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat daerah.
“Peluang dan kesempatan program sedikit pun baik dari pusat, provinsi dan daerah dapat diambil dengan baik. Pemagangan nasional, kerjasama pemberangkatan tenaga kerja IM Japan, mandiri pelatihan di BLK. Dan disiapkan laboratorium bahasa. Termasuk kredit dan pembiayaan untuk tenaga kerja,” tambah Asep.
Baca Juga:Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Temui Warga di Cibeureum Kota TasikmalayaHUT ke-25, DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Komitmen Bersama Rakyat
Kepala DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya dr H Faisal Soeparianto MSi mengatakan, sebanyak 247 peserta mengikuti program Pemagangan Nasional pada batch dua atau tahap kedua. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan batch dua tahap pertama yang diikuti 40 peserta.
“Rata-rata yang terjaring dalam program magang nasional ini adalah Graduate atau lulusan yang bekerja di BLUD seperti Puskesmas dan rumah sakit daerah. Termasuk ada di BUMD seperti di Bank CIJ Cipatujah dan Perumda Air Minum PDAM Tirta Sukapura,” terang Faisal.
Faisal menargetkan jumlah peserta yang terjaring pada tahap berikutnya dapat kembali meningkat. “Ya minimal bisa sama seperti tahap kedua ini, maksimal bisa lebih banyak,” harap Faisal.
Sebelum menjalankan tugas, para peserta mendapatkan pembekalan agar mampu menjalankan pekerjaan dengan baik, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di Puskesmas, rumah sakit maupun BUMD.
“Lewat program magang nasional ini selain untuk meningkatkan kualitas kerja, membantu di bidang kesehatan khususnya dalam peningkatan umur harapan hidup dan IPM Kabupaten Tasikmalaya tinggi. Selain ikut menurunkan angka pengangguran, dengan banyaknya yang mengikuti pertama magang nasional ini,” tambah dia. (dik)
