Perjalanan Tjepi sebagai musisi berjalan beriringan dengan aktivitasnya di organisasi.
Sebagai Direktur LSMI HMI Cabang Tasikmalaya, ia berada di lingkungan yang mempertemukan gagasan, diskusi, kreativitas, dan berbagai persoalan sosial.
Melalui Singgasana, Tjepi mencoba mempertemukan tiga hal: musik sebagai karya seni, gagasan sebagai bentuk pemikiran, dan realitas sosial sebagai sumber kegelisahan.
Hasilnya bukan sekadar lagu dengan aransemen yang lebih penuh. Ada cerita dan pertanyaan yang sengaja ditinggalkan kepada pendengar.
Baca Juga:Dorong Pendidikan yang Adaptif, BNI dan Unpad Perkuat KolaborasiBNI Bikin Keseruan Jatinangor Music Fest Makin Lengkap
Kini, “Singgasana” karya Tjepi telah tersedia di berbagai platform musik digital.
Karya tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan musikalnya. Aransemen yang lebih penuh, karakter vokal yang tetap khas, serta perpaduan musik dan puisi membuat Singgasana hadir bukan hanya untuk didengarkan, tetapi juga untuk direnungkan.
Sebab, dari sebuah lagu, Tjepi ingin menyampaikan satu hal sederhana: suara boleh berbeda, tetapi keberanian untuk berpikir dan menyuarakan kegelisahan tidak seharusnya dibungkam. (Ujang Nandar)
