Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa pelatih Manchester United menyadari persoalan utama timnya.
Lima poin dari lima pertandingan belum memberikan fondasi yang kuat untuk menjalani musim panjang.
United perlu meningkatkan kualitas permainan sekaligus memperbaiki efektivitas di kedua kotak penalti.
Baca Juga:Juventus Tumbangkan Atalanta 2-0, Sarri Murka: Kalau VAR Tak Dipakai, Hapus Saja!Ciccio Graziani: AC Milan Habiskan Banyak Uang untuk Striker yang Tak Bisa Menembak
Di tengah kritik yang terus berkembang, Carrick juga memberikan apresiasi kepada para pendukung Manchester United.
Menurutnya, penggemar tetap menunjukkan dukungan luar biasa meskipun tim belum memberikan hasil yang diharapkan.
“Para penggemar kembali luar biasa hari ini, dan kami harus memberikan sesuatu kepada mereka agar mereka terus memberikan dukungan,” ujar Carrick.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Carrick memahami hubungan antara performa tim dan kepercayaan para pendukung.
Manchester United membutuhkan kemenangan untuk membangun kembali momentum.
Dukungan dari tribun akan menjadi bagian penting dalam proses tersebut, tetapi hasil di lapangan tetap menjadi ukuran utama.
Catatan lima poin dari lima pertandingan mengingatkan pada awal musim 2014/2015, ketika Manchester United juga mengawali kompetisi dengan hasil yang mengecewakan.
Saat itu, Louis van Gaal menjadi pelatih Setan Merah. Namun, perjalanan musim tersebut menunjukkan bahwa awal yang buruk tidak selalu menentukan hasil akhir sebuah proyek.
Baca Juga:AC Milan Kembali ke Jalur Kemenangan, Media Italia Sebut Pulisic Seorang SenimanMirwan Suwarso: Cesc Fabregas Johan Cruyffnya Como
Van Gaal ditunjuk dengan tugas membawa Manchester United kembali ke kompetisi Eropa setelah klub finis di peringkat ketujuh pada musim sebelumnya.
Pelatih asal Belanda itu berhasil memenuhi target tersebut. Manchester United mengakhiri musim 2014/2015 di posisi keempat Premier League dengan 70 poin dan mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions.
Pencapaian tersebut membuat Van Gaal dipertahankan untuk musim 2015/2016. Ia kemudian membawa United menjuarai FA Cup sebelum akhirnya dipecat pada akhir musim tersebut.
Perbandingan ini tidak serta-merta menjamin perjalanan Carrick akan berakhir serupa.
Namun, sejarah Manchester United menunjukkan bahwa evaluasi terhadap seorang pelatih perlu melihat perkembangan tim secara menyeluruh, bukan hanya hasil pada fase awal musim.
Hasil imbang melawan Fulham menjadi pengingat bahwa Manchester United masih memiliki pekerjaan besar.
Lini serang belum cukup meyakinkan, sedangkan pertahanan kerap menghadirkan masalah yang membuat tim kehilangan kendali.
