Ketika ditanya mengenai VAR, mantan pelatih Napoli dan Chelsea tersebut mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap cara teknologi itu digunakan.
“VAR? Lebih baik tidak ada daripada terlalu banyak. Di antara keduanya, saya memilih tidak ada. Tetapi jika VAR tidak memanggil wasit untuk insiden seperti ini, kita bisa menghapusnya saja,” tegasnya.
Pernyataan Sarri menunjukkan kekecewaannya terhadap keputusan yang menurutnya merugikan Atalanta.
Kritik tersebut tidak hanya ditujukan kepada wasit di lapangan, tetapi juga sistem pemeriksaan video yang seharusnya membantu pengambilan keputusan.
Baca Juga:Ciccio Graziani: AC Milan Habiskan Banyak Uang untuk Striker yang Tak Bisa MenembakAC Milan Kembali ke Jalur Kemenangan, Media Italia Sebut Pulisic Seorang Seniman
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Sarri mengakui adanya perkembangan dalam permainan Atalanta, terutama dari sisi taktik.
Namun, ia menilai peningkatan tersebut belum diikuti dengan kepribadian dan keberanian yang cukup ketika menghadapi lawan seperti Juventus.
“Tim ini berkembang secara taktik, tetapi tidak dari sisi kepribadian,” ujar Sarri.
Pernyataan tersebut menggambarkan evaluasi Sarri terhadap timnya yang masih kesulitan menunjukkan respons kuat dalam pertandingan penting.
Atalanta kini harus memanfaatkan jeda kompetisi untuk memperbaiki sejumlah kelemahan.
Kekalahan dari Juventus menjadi hasil negatif ketiga secara beruntun setelah sebelumnya tumbang di kandang Roma dan saat menjamu Cagliari.
Selain membahas pertandingan, Sarri juga menyinggung narasi mengenai musim pembangunan yang sering dikaitkan dengan proyek baru sebuah tim.
Pelatih asal Tuscany itu mengingatkan agar pembicaraan mengenai proses pembangunan tidak membuat konsentrasi para pemain menurun.
Baca Juga:Mirwan Suwarso: Cesc Fabregas Johan Cruyffnya ComoFiorentina Menang 4-2, Mastantuono Ukir Rekor Gila di Serie A
“Kita lihat setelah putaran pertama selesai. Saya tidak ingin pembicaraan tentang tahun pembangunan membuat konsentrasi sedikit menurun,” ucap Sarri.
Sarri tampaknya ingin memastikan bahwa label musim pembangunan tidak menjadi alasan untuk mengurangi tuntutan terhadap performa tim.
Bagi Atalanta, jeda kompetisi menjadi momentum untuk mengevaluasi hasil buruk sekaligus mencari solusi agar tim dapat segera bangkit.
Sementara itu, Juventus semakin percaya diri setelah meraih kemenangan kedua secara beruntun.
Spalletti mendapatkan hasil positif dari lini serang dan pertahanan, sedangkan Atalanta harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki konsistensi permainan.
Juventus 2-0 Atalanta
Pencetak gol: Francisco Conceição, Bremer.
