Secara kontrak, Allegri sebenarnya berada dalam posisi aman. Jika Milan berhasil lolos ke Liga Champions, masa baktinya otomatis diperpanjang satu musim hingga Juni 2028.
Tidak hanya itu, gajinya juga akan naik dari 5 juta euro menjadi 6 juta euro per musim atau sekitar Rp102 miliar per tahun dengan kurs Rp17.000 per euro.
Meski demikian, faktor finansial tampaknya bukan persoalan utama. Allegri lebih menyoroti kestabilan proyek olahraga Milan dalam jangka panjang.
Di tengah ketidakpastian itu, Napoli mulai memantau perkembangan situasi.
Baca Juga:Fabio Bazzani: Kesalahan Terbesar AC Milan adalah Memecat Paolo Maldini dan MassaraEnzo Bucchioni: Ide Memecat Allegri Datang dari Ibrahimovic dan Furlani
Klub asal Naples tersebut dikabarkan kembali memasukkan nama Allegri ke daftar kandidat pelatih musim depan, terutama jika Antonio Conte benar-benar meninggalkan klub.
Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, sebelumnya memang pernah mencoba mendatangkan Allegri. Kini peluang itu kembali terbuka.
Napoli diyakini mampu memenuhi tuntutan finansial sang pelatih. Bahkan, proyek olahraga yang ditawarkan dinilai cukup menarik karena kualitas skuad mereka dianggap tidak kalah dari Milan.
Selain itu, Allegri juga disebut tertarik dengan kemungkinan bekerja bersama Rasmus Hojlund, striker yang sebelumnya gagal didatangkan Milan pada musim panas lalu.
Kehadiran penyerang murni dianggap menjadi kebutuhan utama Allegri setelah Milan beberapa kali kesulitan menemukan ujung tombak konsisten.
Selain Napoli, peluang Allegri menangani tim nasional Italia juga masih terbuka.
Federasi sepak bola Italia disebut mulai mempertimbangkan nama mantan pelatih Juventus itu sebagai bagian dari proyek pembangunan ulang sepak bola Italia.
Baca Juga:Terancam Gagal Lolos ke Liga Champions, Saham Juventus AnjlokSabatini: AC Milan Tak Mungkin Sukses Jika Ibrahimovic Masih Bertindak sebagai Pelatih Bayangan
Meski demikian, laporan di Italia menyebut Napoli tetap menjadi tujuan paling realistis apabila Allegri benar-benar meninggalkan San Siro.
Hingga kini, opsi pindah ke Arab Saudi disebut belum masuk dalam pertimbangan utama sang pelatih.
Situasi ini membuat beberapa pekan ke depan menjadi sangat krusial bagi AC Milan.
Manajemen harus menentukan apakah akan mempertahankan Allegri dengan melakukan perubahan internal, atau justru memulai era baru dengan risiko perubahan besar di ruang ganti Rossoneri.
