Fabio Bazzani: Kesalahan Terbesar AC Milan adalah Memecat Paolo Maldini dan Massara

Paolo Maldini
Paolo Maldini Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

Dalam artikel panjang mereka, The Guardian membahas kemerosotan performa Milan, protes besar suporter, hingga kekecewaan fans terhadap CEO klub Giorgio Furlani.

Judul artikel tersebut bahkan sangat tajam: “Bayangan Maldini Membayangi AC Milan yang Kehilangan Semangat Saat Posisi Empat Besar Terancam Lepas.”

Subjudulnya mempertegas situasi dramatis di San Siro. The Guardian menggambarkan stadion mulai kosong lebih cepat karena fans kembali meneriakkan nama Maldini sambil memprotes pemilik klub.

Baca Juga:Sabatini: AC Milan Tak Mungkin Sukses Jika Ibrahimovic Masih Bertindak sebagai Pelatih BayanganNeymar Masuk Skuad Brasil di Piala Dunia 2026, Ancelotti Coret Kaio Jorge dan Joao Pedro

Sejak Maldini dipecat oleh Gerry Cardinale pada Juni 2023, kondisi Milan memang dianggap terus menurun, baik di dalam maupun luar lapangan.

Pemecatan itu sendiri disebut terjadi hanya setelah pertemuan singkat saat sarapan antara Maldini dan Cardinale.

Keputusan tersebut langsung memicu kemarahan besar dari sebagian suporter Rossoneri.

Banyak fans merasa manajemen baru tidak memahami identitas Milan sebagai klub bersejarah yang dibangun bukan hanya dengan bisnis, tetapi juga tradisi dan nilai-nilai kuat.

Dalam beberapa wawancara setelah hengkang dari Milan, Maldini sebenarnya sudah memperingatkan soal arah proyek klub.

Salah satu pernyataannya yang kini kembali ramai dibicarakan adalah ketika ia meminta Milan memperkuat skuad setelah menjuarai Serie A pada 2022.

“Dengan dua atau tiga pemain penting tambahan dan penguatan tim yang ada, kami bisa bersaing lebih jauh di Liga Champions,” kata Maldini saat itu.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Milan gagal mendatangkan pemain-pemain kunci yang dibutuhkan. Tim terus berubah setiap musim tanpa fondasi yang stabil.

Baca Juga:Daftar Kiper Incaran Inter Milan untuk Gantikan Yann Sommer: Ada Nama David De GeaAllegri Minta Garansi Jika Bertahan di AC Milan: Tuntut Klub Beli Pemain Matang

Dalam empat tahun terakhir, Milan silih berganti pelatih mulai dari Stefano Pioli, Paulo Fonseca, Sergio Conceicao hingga Massimiliano Allegri.

Pergantian tersebut dinilai menghancurkan identitas permainan Rossoneri.

Maldini juga pernah menyoroti pentingnya menjaga identitas klub.

Dalam wawancara dengan Repubblica pada Oktober 2023, ia menyebut banyak orang di sepak bola modern hanya menjadikan Milan sebagai batu loncatan karier.

“Ada orang-orang yang datang ke klub besar hanya untuk mempercantik CV mereka sebelum pergi ke tempat lain,” ujar Maldini.

Ia menegaskan bahwa Milan seharusnya dipimpin orang-orang yang benar-benar memahami nilai dan sejarah klub.

0 Komentar