Van Basten juga berbicara soal peluang negaranya, Tim nasional Belanda, di ajang internasional. Ia mengaku tetap akan mendukung Belanda, meski tidak memiliki ekspektasi tinggi.
“Saya akan tetap mendukung Belanda, tetapi saya tidak berharap terlalu banyak,” ujarnya.
Menariknya, ia juga mengungkapkan simpati terhadap Tim nasional Brasil. Dukungan tersebut tak lepas dari sosok Carlo Ancelotti yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan sepak bola Brasil.
Baca Juga:Arsenal Lolos ke Final Liga Champions, Sihir Simeone di Atletico Tak Lagi BertuahAC Milan Hasilkan Dana Segar Rp1,7 Triliun dari Penjualan Pemain
Pernyataan Van Basten menjadi sinyal kuat bahwa Milan dan sepak bola Italia tengah berada dalam fase kritis.
Dominasi Inter di level domestik, menurunnya performa Milan, serta melemahnya tim nasional menunjukkan perlunya pembenahan menyeluruh.
Bagi Milan, kritik dari legenda seperti Van Basten bukan sekadar nostalgia, melainkan peringatan serius.
Tanpa perubahan signifikan, Rossoneri berisiko semakin tertinggal, bukan hanya dari Inter, tetapi juga dari klub-klub elite Eropa lainnya.
Sementara bagi Italia, tantangan yang dihadapi lebih besar lagi: mengembalikan identitas sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Jika tidak, kejayaan masa lalu hanya akan tinggal kenangan.
