Agustiana bahkan menilai, dalam situasi saat ini, lebih baik jika SPP yang disalahkan dibandingkan ulama, demi menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap tokoh agama.
“Lebih bagus disalahkan SPP ketimbang ulamanya yang disalahkan. Karena framing saat ini suka tidak suka SPP anti ulama. Saat ini bukan soal siapa menang siapa kalah, tapi SPP lebih mendahulukan nama baik ulama dan kewibawaannya termasuk pesantren dan penegak hukum. Makanya kita ikuti saja alurnya,” pungkasnya. (yfi)
