TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Kondisi empat ruang kelas di SDN Jayamukti, Kampung Tenjolaya, Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, memprihatinkan. Hingga Senin (27/4/2026), kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di tengah keterbatasan sarana yang belum memenuhi standar keamanan dan kenyamanan.
Kerusakan tampak pada bagian atap yang belum tertutup sempurna dan hanya menggunakan rangka baja ringan. Selain itu, lantai kelas masih berlubang dan belum selesai ditembok maupun dipasangi keramik. Pintu kelas juga dalam kondisi lapuk. Situasi ini menjadi kondisi sehari-hari yang dihadapi siswa dan guru saat proses pembelajaran.
Akibatnya, rasa aman dan nyaman belum sepenuhnya dirasakan selama kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah pun berharap usulan revitalisasi untuk empat ruang kelas tersebut dapat segera direalisasikan.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
Kepala SDN Jayamukti Iwan Setiawan menyampaikan, kondisi tersebut menjadi perhatian setelah beredarnya informasi di media sosial yang menampilkan siswa belajar di ruang kelas rusak.
Ia menegaskan bahwa pemberitaan tersebut muncul tanpa konfirmasi kepada pihak sekolah.
“Adanya berita viral di media sosial yang memperlihatkan kondisi ruang kelas yang rusak, itu di luar jangkauan kami. Perlu kami tegaskan bahwa pihak sekolah belum terkonfirmasi oleh berita online yang beredar di media sosial tersebut,” kata Iwan.
Ia menjelaskan, usulan rehabilitasi ruang kelas telah diajukan melalui sistem aplikasi Dapodik dan masuk dalam program revitalisasi pemerintah pusat melalui Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan dinas pendidikan.
Menurut Iwan, terdapat empat ruang kelas yang masuk kategori rusak, dengan tiga di antaranya telah diusulkan untuk revitalisasi. Ia juga menyebut pemerintah desa turut memberikan dukungan, termasuk melalui pengusulan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang telah masuk dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
“Yang kami harapkan, jangan sampai berita viral di media sosial ini terlalu liar, dan memojokkan salah satu pihak. Kami terbuka mempersilahkan jika ada yang mau konfirmasi,” jelas dia.
Iwan berharap bantuan revitalisasi segera terealisasi, mengingat kondisi bangunan terakhir kali mendapat perbaikan pada 2020 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), itu pun hanya sebagian pada bagian atap.
