“Semua pemain yang datang telah diperiksa oleh saya dan pelatih,” ujar Ranieri dalam salah satu wawancaranya dengan DAZN.
Ranieri juga menegaskan batas perannya di klub, yang kini lebih sebagai penasihat manajemen ketimbang bagian dari tim pelatih.
“Saya adalah penasihat senior pemilik, bukan penasihat Gasperini,” katanya.
Baca Juga:Bucchioni Yakin Scudetto Sudah dalam Genggaman Inter Milan: Mereka Tahu Cara Menderita, Bangkit dan MenangJurnalis Italia Tuding Cardinale Cuma Ingin Jadikan AC Milan Mesin Pencari Uang: Dia Tak Ingin Menang
Perbedaan visi antara keduanya pun semakin terlihat jelas. Gasperini lebih menyoroti masalah mentalitas pemain, terutama setelah kekalahan telak seperti saat menghadapi Inter Milan.
Sementara Ranieri justru menekankan pentingnya konsistensi pelatih dalam memaksimalkan pemain yang telah dipilihnya sendiri.
Situasi ini bahkan memunculkan spekulasi bahwa Ranieri siap mundur dari jabatannya jika hubungan kerja dengan Gasperini tidak membaik.
Jika benar terjadi, hal ini bisa menjadi titik balik besar dalam dinamika internal Roma.
Kini, bola berada di tangan manajemen. Keputusan yang diambil dalam waktu dekat akan sangat menentukan arah musim Roma.
Apakah mereka mampu meredam konflik dan tetap fokus mengejar Liga Champions, atau justru terjebak dalam krisis internal yang semakin dalam.
Yang jelas, seperti ditegaskan Bucchioni, masalah ini tidak bisa lagi diabaikan. Jika tidak segera diselesaikan, “bom” di ruang ganti Roma bisa meledak kapan saja dan menghancurkan peluang mereka musim ini.
