Dangdut Menyatukan yang Berbeda Usia! 

konser Rhoma Irama di Lanud Wiriadinata Tasikmalaya
Penampilan Raja Dangdut, Rhoma Irama di Lanud Wiriadinata, Sabtu (4/4/2026) malam. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

“Lagu-lagu Rhoma itu menyentuh persoalan publik,” begitu kira-kira keyakinannya.

Dan mungkin itu sebabnya lagu-lagu itu bertahan lama. Karena ia tidak hanya bicara cinta. Ia bicara kehidupan.

Dengan gitar yang masih enerjik dan suara yang tetap menggigit, Rhoma Irama seperti memberi jeda—bagi banyak orang—dari penatnya rutinitas.

Baca Juga:Curi Motor Rekan Kerja di Kota Tasikmalaya karena Terjerat Judi SlotAnekdot KDM untuk Viman Alfarizi!

Termasuk bagi Wahid. Di sela kesibukannya sebagai wakil rakyat, malam itu ia menemukan ruang untuk bernapas.

Bernyanyi. Dan mengingat masa muda. Konser itu akhirnya bukan hanya tentang musik. Ia tentang ingatan. Tentang identitas. Tentang bagaimana satu sosok bisa menyatukan begitu banyak orang—dalam satu nada, satu irama, satu rasa.

Dan Tasikmalaya, malam itu, tidak hanya menjadi penonton. Ia menjadi rumah. Bagi seorang raja… yang tidak pernah benar-benar pergi. (red)

0 Komentar