Prabowo Tetapkan Pimpinan Baru BPJS Ketenagakerjaan 2026–2031, Ini Strategi Besarnya untuk Lindungi Pekerja

BPJS Ketenagakerjaan
Pramudya Iriawan Buntoro (kiri) menyalami Saiful Hidayat yang baru dilantik sebagai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan yang baru. (BPJS Ketenagakerjaan)
0 Komentar

Komposisi ini diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan sekaligus menjaga keseimbangan kepentingan antara pemerintah, pekerja, dan pemberi kerja.

Saiful Hidayat Resmi Jadi Direktur Utama

Pada jajaran direksi, Presiden menunjuk Saiful Hidayat sebagai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan menggantikan Pramudya Iriawan Buntoro yang telah menyelesaikan masa tugasnya.

Dalam menjalankan mandat lima tahun ke depan, Saiful akan didampingi oleh sejumlah direktur, yaitu:

Baca Juga:Hyeongjun CRAVITY Siap Debut Akting di Drama Korea Rom-Com Interaktif, Kill the RomeoDinamika Kekuasaan Memecah Persahabatan: Our Happy Days Tampilkan Konflik Emosional Menguras Perasaan

  • Ihsanudin, Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi
  • Harjono Siswanto, Direktur Human Capital dan Umum
  • Agung Nugroho, Direktur Kepesertaan
  • Trisna Sonjaya, Direktur Pelayanan
  • Eko Purnomo, Direktur Pengembangan Investasi
  • Bambang Joko Sutarto, Direktur Keuangan

Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa transformasi yang lebih kuat bagi BPJS Ketenagakerjaan di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah.

Strategi 3C: Coverage, Care, dan Credibility

Saiful Hidayat menegaskan bahwa arah kebijakan BPJS Ketenagakerjaan lima tahun ke depan akan berfokus pada strategi 3C, yakni Coverage, Care, dan Credibility.

Prioritas pertama adalah Coverage, yaitu memperluas cakupan kepesertaan pekerja.

Menurutnya, masih terdapat jutaan pekerja di berbagai sektor yang belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, terutama pekerja informal, pekerja bukan penerima upah, serta pekerja migran.

Upaya perluasan tersebut akan dilakukan melalui akselerasi akuisisi peserta baru, penguatan kanal distribusi, serta kolaborasi dengan berbagai ekosistem, termasuk sektor UMKM.

Prioritas kedua adalah Care, yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan melalui inovasi dan transformasi digital.

Pendekatan ini bertujuan menghadirkan pelayanan yang tidak sekadar administratif, tetapi benar-benar dirasakan sebagai bentuk kehadiran negara bagi pekerja dan keluarganya.

Implementasinya meliputi percepatan proses klaim, layanan yang lebih transparan, serta pengembangan pengalaman layanan berbasis digital secara menyeluruh dari awal hingga akhir.

Baca Juga:Dapatkan Daihatsu Xenia dan Motor Yamaha! Sharp Lovers Day 2026 Menawarkan 56 Hadiah MenggiurkanKeceriaan Ramadan Bersama Anak Yatim: ADV Rider Bandung Gelar Buka Bersama Pererat Silaturahmi

Sementara itu, prioritas ketiga adalah Credibility, yakni memperkuat kredibilitas lembaga melalui tata kelola yang transparan, integrasi data yang akurat, serta pengelolaan dana yang profesional dan akuntabel.

Saiful menilai peningkatan kredibilitas ini penting untuk memperkuat kepercayaan pemerintah, pemberi kerja, dan masyarakat terhadap BPJS Ketenagakerjaan.

Dukungan dari Daerah

Penetapan pimpinan baru BPJS Ketenagakerjaan juga mendapat respons positif dari jajaran daerah.

0 Komentar