Sementara itu, Inter tampil sangat konsisten sepanjang musim ini. Tim asuhan Cristian Chivu menunjukkan mental kuat setelah sempat menjalani awal musim yang kurang meyakinkan.
Nerazzurri bahkan mencatat tujuh kemenangan beruntun di Serie A dan hampir tak tersentuh kekalahan dalam beberapa bulan terakhir.
Sejak kalah 0-1 dari Milan pada derby pertama musim ini, Inter belum terkalahkan di liga dengan catatan 14 kemenangan dan satu hasil imbang dari 15 pertandingan.
Baca Juga:Andrea Ranocchia: Scudetto dalam Genggaman Inter Jika Kalahkan AC Milan, Jika Tidak…Syarat Allegri Gabung Madrid: Minta Florentino Perez Beli Dua Bintang AC Milan
Meski demikian, jadwal Inter juga tidak sepenuhnya mudah. Setelah derby, mereka harus menghadapi Atalanta dan Roma di San Siro, serta laga tandang sulit ke Fiorentina.
Selain itu, Inter juga masih harus menghadapi Como, Torino, Cagliari, Parma, Lazio, Verona, dan Bologna hingga akhir musim.
Agar Milan bisa menyalip, mereka bukan hanya harus menang dalam banyak pertandingan, tetapi juga berharap Inter terpeleset setidaknya tiga kali.
Sejarah Comeback di Serie A
Dalam sejarah Serie A, belum ada tim yang berhasil mengejar defisit dua digit di puncak klasemen pada fase akhir musim dan kemudian menjadi juara.
Meski demikian, beberapa kisah comeback besar pernah terjadi.
Salah satunya pada musim 1998/1999 ketika Milan yang dilatih Alberto Zaccheroni berhasil mengejar Lazio setelah tertinggal tujuh poin dengan tujuh laga tersisa.
Rossoneri saat itu meraih tujuh kemenangan beruntun dan akhirnya merebut Scudetto di pekan terakhir.
Musim berikutnya, giliran Lazio yang melakukan comeback dramatis terhadap Juventus untuk merebut gelar Serie A 1999/2000.
Baca Juga:Strahinja Pavlovic: Inter Bukan Favorit Pemenang di Derby Della MadonninaDitolak Jurgen Klopp, Real Madrid Incar Allegri untuk Gantikan Arbeloa
Di tengah berbagai kesulitan tersebut, Milan memiliki satu kartu truf penting: Massimiliano Allegri.
Pelatih asal Livorno itu pernah melakukan comeback luar biasa ketika masih menangani Juventus pada musim 2015/2016.
Saat itu Bianconeri memulai musim dengan buruk dan hanya mengumpulkan 12 poin dari 10 pertandingan pertama, tertinggal 11 poin dari pemimpin klasemen.
Namun sebuah kemenangan dramatis 2-1 atas Torino pada derby Turin mengubah segalanya.
Juventus kemudian mencatat 15 kemenangan beruntun dan akhirnya menjuarai Serie A dengan keunggulan sembilan poin atas Napoli.
Pengalaman tersebut membuat Allegri dikenal sebagai pelatih yang mampu membalikkan situasi sulit.
