Sabatini Tuding Duel Como vs Inter Bukan Pertandingan Sepak Bola: Membosankan

Sandro Sabatini
Sandro Sabatini Foto: Tangkapan layar Instagram@sandrosabatini
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Jurnalis senior Italia, Sandro Sabatini, melontarkan kritik pedas terhadap laga Como vs Inter Milan yang berakhir 0-0 pada leg pertama semifinal Coppa Italia.

Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Sabatini bahkan menyebut pertandingan tersebut “bukan sepak bola” karena dinilai sangat membosankan dan nyaris tanpa peluang.

Dengan nada sarkastik, ia membuka tulisannya dengan kalimat, “Selamanya tidak! Dan tak perlu menyanyikannya, memparafrasekan lagu pemenang Sanremo.”

Baca Juga:Marotta Bantah Derby Lawan AC Milan Penentu Scudetto: Masih Banyak Pertandingan JebakanAC Milan Belum Menyerah Kejar Scudetto, Leao Anggap Derby Lawan Inter Laga Hidup dan Mati

Menurutnya, sudah saatnya menghentikan narasi bahwa permainan seperti itu adalah bentuk sepak bola indah, lengkap dengan puja-puji terhadap filosofi dan inovasi Cesc Fabregas.

“Mustahil menyandingkan kata ‘tontonan’ untuk Como-Inter di Coppa Italia. Bahkan memalukan untuk sekadar menyebutnya ‘sepak bola’,” tulis Sabatini tajam.

Sabatini menggambarkan pertandingan di Stadio Giuseppe Sinigaglia itu tak ubahnya sesi latihan.

Ia menyebut laga tersebut seperti permainan kecil di lapangan sempit tanpa gawang. Tanpa gol. Tanpa intensitas. Tanpa esensi permainan.

Inter, menurutnya, masih punya alasan karena mungkin fokus pemain sudah terarah ke derby melawan AC Milan pada akhir pekan.

Namun ia menilai Como asuhan Cesc Fabregas tidak memiliki pembenaran apa pun atas performa tersebut, terlebih laga itu disaksikan jutaan pemirsa televisi nasional.

Dari sisi peluang, statistik berbicara jelas. Inter tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran di babak pertama, sementara Como hanya sekali mengancam.

Baca Juga:Indonesia Bukan Kandidat Terkuat Gantikan Iran di Piala DuniaRuud Krol: Lukaku Senjata Napoli Segel Tiket Liga Champions

Sabatini menyindir bahwa setelah 45 menit pertama, hanya ada “satu catatan kecil” untuk setiap pemain—dan itu pun nyaris tak berarti.

Memasuki babak kedua, ada secercah harapan ketika Inter sempat menciptakan peluang yang berujung bola membentur tiang lewat Matteo Darmian.

Tak lama berselang, Alex Valle hampir mencetak gol namun gagal memaksimalkan peluang dari jarak sangat dekat.

Meski demikian, Sabatini menilai laga tetap miskin kreativitas.

Ia berharap babak kedua menghadirkan lebih banyak duel, tembakan, dan determinasi. Namun yang terjadi justru sebaliknya: permainan tetap berjalan tanpa gairah dan nyaris tanpa intensitas.

0 Komentar