RADARTASIK.ID – Pelatih Como, Cesc Fabregas, memberikan tanggapan usai timnya bermain imbang 0-0 melawan Inter pada leg pertama semifinal Coppa Italia.
Dalam wawancara bersama Mediaset, Fabregas mengakui laga tersebut berjalan sangat taktis dan kurang menarik untuk ditonton, namun ia tetap melihat sisi positif dari performa anak asuhnya.
Bermain di Stadion Sinigaglia, Como mampu meredam agresivitas Inter yang selama ini dikenal sebagai salah satu tim paling dominan di Serie A dalam beberapa musim terakhir.
Baca Juga:Marotta Bantah Derby Lawan AC Milan Penentu Scudetto: Masih Banyak Pertandingan JebakanAC Milan Belum Menyerah Kejar Scudetto, Leao Anggap Derby Lawan Inter Laga Hidup dan Mati
Meski skor akhir tanpa gol, Fabregas menilai timnya pantas mendapatkan lebih.
“Secara keseluruhan, mungkin kami bisa mencetak satu gol. Ini pertandingan yang sangat taktis. Melawan tim paling dominan di Serie A, kami memainkan laga seperti yang kami inginkan: sangat kompak dan punya tiga peluang,” ujar Fabregas dikutip dari Calciomercato.
“Dalam empat atau lima tahun terakhir mereka sangat dominan, dan kali ini mereka hanya punya satu tembakan,” lanjutnya.
Menurutnya, hasil tersebut meninggalkan dua rasa sekaligus: puas karena mampu menahan Inter, tetapi juga sedikit pahit karena merasa kemenangan 1-0 sebenarnya layak diraih.
Fabregas menolak anggapan hasil imbang ini menjadi ajang pembalasan terhadap kritik yang sempat diarahkan kepadanya.
“Tidak, itu mentalitas pecundang. Orang yang cerdas, yang lapar dan ingin belajar, harus rendah hati dan terbuka mendengar opini semua orang,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa perjalanan musim belum selesai. Como masih memiliki 12 laga Serie A tersisa—dan mungkin satu tambahan jika lolos ke final Coppa Italia.
Baca Juga:Indonesia Bukan Kandidat Terkuat Gantikan Iran di Piala DuniaRuud Krol: Lukaku Senjata Napoli Segel Tiket Liga Champions
Fokus utama, katanya, adalah menjaga konsistensi dan kebugaran tim yang memilki jadwal pertandingan kurang ideal.
Ia menekenkan bagaimana Como harus bermain Sabtu pukul 15.00, sementara Inter mendapat jadwal Minggu malam di Serie A.
Fabregas berharap timnya bisa memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin sebelum menghadapi Cagliari di liga.
Ketika ditanya apakah Inter tetap menjadi favorit pada leg kedua di San Siro, Fabregas menjawab dengan nada realistis namun menyelipkan sindiran halus kepada pelatih Inter, Cristian Chivu.
