Pesantren Ekologi SMK Al-Khoeriyah Tanamkan Nilai Spiritualitas

Pesantren Ekologi SMK Al-Khoeriyah Tasikmalaya
Suasana kegiatan Pesantren Ekologi di SMK Al Khoeriyah Kota Tasikmalaya, Selasa (3/3/2026). (Fitriah Widayanti/radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ramadan di SMK Al-Khoeriyah tahun ini dimaknai sebagai ruang pembentukan karakter yang lebih luas dari sekadar penguatan ibadah. Melalui program Pesantren Ekologi yang digelar 2–13 Maret 2026, sekolah mengintegrasikan nilai spiritual dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Kepala SMK Al-Khoeriyah, Maman SHI, menegaskan bahwa sekolah berperan sebagai pusat peradaban dalam membentuk peserta didik yang cerdas secara intelektual dan berakhlak baik.

Nilai ajaran Al-Islam tentang kepedulian terhadap lingkungan dipahami sebagai bagian dari amanah manusia sebagai khalifatu fil Ardi untuk merawat dan memakmurkan bumi.

Baca Juga:Transfer Pejabat Pemkab Tasik Tahun Ini: Dua Kadis dari Purwakarta dan Kementerian (part 1)Menjaga Kepercayaan!

Tema besar yang diusung adalah “Internalisasi Nilai Gapura Pancawaluya Guna Mewujudkan Manusia Waluya Rahmatan Lil’alamiin.” Tema tersebut menjadi arah dalam merancang pembelajaran yang menyeimbangkan dimensi spiritual, sosial, dan ekologis.

Selain pendalaman materi keagamaan, program ini diwujudkan dalam berbagai aksi nyata seperti menanam pohon, wakaf Al-Qur’an, Gerakan Infaq Poe Ibu (sapoe sarebu), Rantang Kanyaah, tadabur alam, pemantapan literasi dan numerasi, serta Senam Anak Indonesia Hebat. Seluruh kegiatan tersebut dirangkai sebagai proses pembiasaan nilai agar tidak berhenti pada tataran teori.

Program Pesantren Ekologi ini juga selaras dengan pendidikan berbasis nilai Pancawaluya sebagaimana dipaparkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr H Purwanto SPd MPd.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran dilakukan melalui tahapan Pancaniti, mulai dari membangun kepedulian yang berangkat dari hati, melatih kepekaan membaca tanda-tanda alam, mewujudkannya dalam aksi nyata, menjaga konsistensi, hingga menjadikannya sebagai bagian dari karakter dan jati diri.

Pendekatan tersebut menekankan bahwa perubahan karakter tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses yang bertahap dan berkelanjutan. Makna itu juga tercermin dalam aksi menanam pohon yang menjadi bagian dari Pesantren Ekologi.

“Menanam pohon bukan hanya menanam batang dan akar, tetapi menanam kesabaran, harapan, dan tanggung jawab bagi generasi mendatang. Setiap pohon yang ditanam hari ini adalah pesan bagi masa depan bahwa generasi ini memilih untuk merawat dan melestarikan, bukan merusak,” ujarnya.

Melalui program ini, Ramadan di SMK Al-Khoeriyah tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi momentum membangun kesadaran bahwa merawat lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar