TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Gelap tampaknya sudah menjadi pemandangan akrab bagi warga Kampung Cipawela, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Jalan Air Tanjung tersebut disebut-sebut telah lama padam dan seolah dibiarkan tanpa sentuhan perbaikan permanen.
Keluhan itu disampaikan oleh mahasiswa Universitas Perjuangan (Unper) asal Kawalu, Muhammad Azhar Firdaus, yang menyoroti kondisi PJU mati sebagai persoalan serius bagi keselamatan warga.
Baca Juga:Gunung Jati Group Santuni 600 Anak Yatim di Kota Tasikmalaya, Ramadan Jadi Tabungan AkhiratSejumlah Dinas Absen Musrenbang Sektoral Kota Tasikmalaya, Diky Candra: Bukan Marah, Tapi Malu Sendiri
Menurutnya, lampu jalan yang seharusnya menjadi penunjuk arah dan penjaga malam justru berubah menjadi saksi bisu dari kelalaian pengelolaan fasilitas publik.
“PJU di Jalan Air Tanjung sudah lama padam. Warga mengeluh karena minim penerangan membuat jarak pandang terbatas dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari,” ujar Azhar, Selasa (24/2/2026).
Ia menegaskan, kondisi tersebut bukan sekadar soal gelap dan terang, melainkan menyangkut keberlangsungan aktivitas masyarakat.
Banyak warga yang masih harus beraktivitas di malam hari, mulai dari pekerja, pedagang, hingga pelajar.
Tanpa lampu jalan, risiko kecelakaan dan gangguan keamanan disebut meningkat.
Azhar menyebut, warga mulai mempertanyakan peran Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya dalam pemeliharaan dan pengawasan PJU.
Menurutnya, lampu jalan tidak cukup hanya dipasang lalu ditinggal seperti monumen proyek.
“Warga berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan PJU. Jangan sampai lampu jalan hanya rajin menyala saat awal pemasangan, lalu pensiun dini tanpa kejelasan,” katanya dengan nada satir.
Baca Juga:Video Hampers ASN di Kota Tasikmalaya Diklaim Tahun Lalu, Bapelitbangda: Bukan Pesta, Tapi Tukar KadoSekretariat HMI Cabang Tasikmalaya Sempat Disegel, Kader Geram Hasil Pleno Tak Kunjung Datang
Selain Dishub, masyarakat juga mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya dan pihak Kelurahan Talagasaribuntuk segera turun tangan.
Perbaikan PJU di Jalan Air Tanjung dinilai mendesak karena menyangkut hak dasar warga atas rasa aman dan kenyamanan di ruang publik.
Azhar menilai, persoalan PJU mati tidak bisa terus dianggap sepele. Jika dibiarkan, gelap bukan hanya terjadi di jalan, tetapi juga pada tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan layanan dasar.
“Lampu jalan itu simbol kehadiran negara di malam hari. Kalau padam terus, wajar kalau warga bertanya: apakah ini bagian dari program penghematan, atau memang lupa dirawat?” sindirnya.
