Menhaj Menggagas Program Beras Haji Nusantara untuk Penuhi Pangan Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci 

Menhaj Pastikan Program Beras Haji Nusantara untuk Penuhi Pangan Jemaah Haji Indonesia
Menhaj Pastikan Program Beras Haji Nusantara untuk Penuhi Pangan Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci. Foto: Harian Disway
0 Komentar

Selain aspek harga, pemerintah juga menetapkan standardisasi porsi konsumsi jemaah dalam setiap waktu makan.

Setiap sajian dirancang berisi nasi seberat 170 gram, lauk 80 gram, sayuran 75 gram, dilengkapi air mineral dan buah sebagai pelengkap.

Standar ini diharapkan mampu menjaga kecukupan gizi jemaah selama menjalani ibadah yang menuntut stamina fisik tinggi.

Baca Juga:Dilatih Eks Persib, Semen Padang Terus Menghentak, Terbaru Kalahkan Persita Tangerang 1-0Malam Indah Bintang Masa Depan Persebaya Surabaya, Alfan Suaib Cetak Gol Debutnya di Bajul Ijo

Namun, di balik konsep yang matang, implementasi program ini tidak lepas dari tantangan teknis.

Salah satu persoalan utama adalah mekanisme pemanfaatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Menyadari kompleksitas tersebut, Menhaj memastikan pembentukan Kelompok Kerja Beras Haji Nusantara lintas kementerian dan lembaga akan segera dilakukan untuk mempercepat koordinasi.

Pemerintah juga berencana mewajibkan seluruh dapur penyedia layanan haji menggunakan beras produksi Indonesia.

Kebijakan tersebut akan dijalankan melalui penugasan Kantor Urusan Haji (KUH) agar implementasinya seragam dan terkontrol.

Di sisi lain, koordinasi intensif terus dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, khususnya terkait skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk haji.

Pembahasan mengenai Anggaran Belanja Tambahan juga digulirkan guna memberikan subsidi harga, sehingga Beras Haji Nusantara tetap kompetitif di pasar Arab Saudi.

Baca Juga:Febri Hariyadi Membuka Lembaran Baru: Menikah di Lembang dan Bermain untuk Persis Solo dari Persib BandungBobotoh Persib Tersenyum Bangga, Kata-Kata Layvin Kurzawa Ini Membuat Skuad Bojan Hodak Semakin Oke

Lebih dari sekadar kebutuhan konsumsi, program ini diharapkan menjadi etalase global bagi produk pertanian Indonesia.

Pemerintah menargetkan penetapan harga yang realistis dan kompetitif agar beras Nusantara dapat diterima oleh ekosistem dapur haji di Saudi, sekaligus membuka peluang baru bagi sektor pertanian nasional di pasar internasional.

Dengan demikian, setiap piring nasi yang tersaji di Tanah Suci kelak tak hanya mengenyangkan, tetapi juga membawa cerita tentang sawah, petani, dan kemandirian pangan Indonesia yang ikut berhaji bersama para tamunya.

0 Komentar