RADARTASIK.ID – Juventus perlahan tapi pasti kembali menegaskan dirinya sebagai kekuatan besar di Italia.
Kemenangan telak 4-1 atas Parma bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan potret paling jelas dari kebangkitan yang sedang dibangun Luciano Spalletti di Turin.
Media Italia pun kompak menyebut sang pelatih sebagai arsitek utama transformasi Nyonya Tua.
Baca Juga:Juventus Hajar Parma 4-1, Media Italia Sebut Bremer Bermain seperti StrikerMateta Gagal Tes Medis di London, AC Milan Kirim Dokter ke Paris
Dalam hari-hari yang biasanya kacau karena bursa transfer akan ditutup, Juventus justru menemukan ketenangan di lapangan.
Tim tampil solid, agresif, dan percaya diri. Bukan hanya hasil akhir yang meyakinkan, tetapi cara Juventus meraihnya: dominasi permainan, efektivitas di depan gawang, serta organisasi tim yang rapi dari lini belakang hingga depan.
Jurnalis Italia Sandro Sabatini dari Calciomercato menilai kemenangan di Parma sebagai simbol dari Juventus yang “menang dan meyakinkan”.
Penilaian itu bukan basa-basi. Di balik dua gol Bremer, satu gol McKennie, dan penyempurna dari Jonathan David, ada kerja kolektif yang mencerminkan identitas baru Juventus—identitas yang sangat lekat dengan sentuhan Spalletti.
Bremer menjadi simbol paling nyata dari perubahan tersebut. Bek tengah Brasil itu bukan hanya tangguh dalam bertahan, tetapi juga mematikan di area lawan.
Dua golnya ke gawang Parma membuat media Italia berseloroh: Juventus sibuk mencari striker di bursa transfer, padahal solusi sudah ada di lini belakang.
Lebih dari sekadar produktivitas gol, Bremer melambangkan kembalinya kekompakan defensif Juventus yang sempat hilang di awal musim.
Spalletti juga mendapat pujian karena keberaniannya memaksimalkan potensi pemain.
Baca Juga:Biasin Bantah Fabregas Hanya Habiskan Duit Bos Djarum: Ide Lebih Penting dari UangJurnalis Italia Kagum dengan Sihir Spalletti di Juventus dan Puji Pelatih AC Milan
Weston McKennie, misalnya, tampil sebagai mesin tanpa lelah di lini tengah. Ia bahkan sempat berada di ambang kartu merah sebelum mencetak gol indah yang memicu perdebatan.
Namun justru di situlah letak kepercayaan Spalletti kepada pemainnya: membiarkan mereka mengekspresikan diri dalam kerangka tim yang jelas.
Sabatini menilai Juventus kini bukan lagi tim yang kaku dan mudah ditebak.
Aliran bola lebih cair, pergerakan antar lini lebih hidup, dan yang paling mencolok: kemampuan mencetak gol dari bola mati.
Aspek ini disebut sebagai hasil nyata dari kerja intensif di Continassa, pusat latihan Juventus, dan menjadi bukti bahwa kebangkitan ini dibangun lewat proses, bukan kebetulan.
