GARUT, RADARTASIK.ID – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyoroti data kependudukan yang masih belum akurat.
Hal itu berkaitan keluhan masyarakat yang diterimanya soal penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.
Secara khusus, dia mengingatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) beserta camat dan kepala desa agar memperbaiki data penerima bansos.
Baca Juga:Kuota Dibeli Tapi Hangus Karna Dibatasi Masa Aktif, Masyarakat Priangan Timur Mengaku RugiPesan Kapolres Faruk Rozi: Menjaga Tasikmalaya, Menjaga Hati!
“Komunikasikan dengan baik dan ketika ada masalah saya mohon camat lah, lurah lah, cepet cari informasi, cepet cari solusinya,” tuturnya.
Syakur juga mengutarakan niatnya untuk secara khusus mendatangi kantor Kementerian Sosial RI pekan depan.
Ia ingin melakukan koordinasi mendalam guna memastikan integrasi data kemiskinan (Desil 1-5) menjadi lebih valid dan efektif.
GESER PEGAWAI
Sementara itu, terkait rotasi mutasi pegawai, Syakur memastikan hal itu bukan sekadar pengisian jabatan kosong atau rotasi biasa.
“Tuntutan reformasi birokrasi hari-hari ini sering disuarakan oleh berbagai pihak, terutama terkait dengan peningkatan kualitas pelayanan publik,” katanya.
Ia juga menegaskan, kebijakan mutasi dan rotasi kali ini fokus pada kompetensi dan manajemen talenta.
“Kita sekarang lagi dorong upaya kita untuk memperkuat manajemen talenta yang baik, karena kita punya data-data orang-orang hebat. Tentu saja ada ukurannya, ukurannya adalah kompetensi,” ujarnya.
Baca Juga:Belajar Move On dari Iwan Saputra!Replik Jaksa, Tuntutan Endang Juta Tetap 5 Tahun Penjara
Syakur berharap rotasi mutasi kali ini melahirkan aparatur birokrasi yang tangguh dan responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat di era digital.
Dalam pelantikan, terdapat tiga pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik yaitu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ir Beni Yoga Gunasantika MP, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan drh Dyah Savitri MA, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agus Kurniawan SSi, ME. (Agi Sugiana)
