Bremer tampil kokoh menjaga garis pertahanan, sementara Koopmeiners dianggap sebagai motor dari belakang.
Sabatini menilai gelandang Belanda itu lebih efektif sebagai pendukung daripada jangkar. Dampaknya, Locatelli bisa bermain lebih bebas, dengan Thuram memperkuat struktur serangan.
Di sisi sayap, McKennie dan Cambiaso dipuji karena disiplin, walau tidak tampil mencolok.
Baca Juga:Inter Tak Puas dengan Tawaran Galatasaray, Frattesi Ngotot Pindah ke JuventusSulit Datangkan Raspadori atau Zirkzee, AS Roma Bidik Giovane dan Albert Gudmundsson
Sementara sorotan khusus diberikan kepada Fabio Miretti. Sabatini menyebut pemain muda itu sebagai “penghubung berkualitas tinggi antara lini tengah dan lini depan”.
Gol kedua Juventus lahir darinya, dan ia dipandang sebagai gelandang paling berbakat di skuad saat ini—penilaian yang katanya juga mulai diyakini Spalletti.
Kontribusi pemain muda Yildiz kali ini tidak terlalu menonjol, namun tetap penting dalam skema menyerang.
Di lini depan, Jonathan David memperlihatkan perkembangan, koneksi lebih baik dengan rekan setim, dan akhirnya mengakhiri laga dengan kepercayaan diri yang kembali pulih.
Kemenangan ini menjaga Juventus tetap berada di jalur persaingan papan atas bersama Roma, serta memangkas selisih dari tiga tim terdepan.
Sabatini menutup analisanya dengan peringatan: belum saatnya bicara soal perburuan gelar.
Namun satu hal jelas—Juve sedang bergerak ke arah yang benar dan mulai menemukan ritme terbaik mereka.
