Unsil Dorong Hilirisasi Produk Ikan Nila

Unsil
Tim Pengabdian Masyarakat Dosen Unsil multi disiplin ilmu, mulai dari Dosen Agribisnis, Agroteknologi, dan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) foto bersama peserta dari Kelompok Sawala Tanjungbuana di Desa Tanjungpura Tasikmalaya.
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dosen Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi atau Unsil Tasikmalaya telah melaksanakan kegiatan pemberdayaan kepada Kelompok Sawala Tanjungbuana di Desa Tanjungpura, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, pada September 2023.

Program pengabdiannya berupa menyiapkan dan mendorong proses hilirisasi produk ikan nila baik dari segi diversifikasi produk maupun pemasaran. Sehingga dapat menambah nilai produk yang berdampak pada peningkatan pendapatan.

Dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Dosen Unsil multi disiplin ilmu, mulai dari Dosen Agribisnis, Agroteknologi, dan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) yakni; Dr Candra Nuraini SP MSi, Dwi Apriyani SP MSi, Rizki Risanto Bahar STr MMA, Anita Dwy Fitria SP MP, dan Suci Apsari Pebrianti STP MSc.

Baca Juga:LKP Yuwita Tasikmalaya Cetak Perias Rambut KompetenBeras Rp 10.900/kg di Operasi Pasar Rakyat Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Upaya Kendalikan Inflasi

Ketua Tim Program Pengabdian Masyarakat Unsil Dr Chandra Nuraini SP MSi mengatakan, pengabdian ini merupakan bentuk kepedulian Unsil terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya para petani agar lebih semangat dalam meningkatkan kapasitas usahanya. Apalagi Unsil dan Desa Tanjungpura telah menjalin kerja sama sejak tahun 2022.

”Wujud pengabdian ini merupakan salah satu bagian implementasi dari kerja sama tersebut. Sehingga Tim pengabdian Unsil hadir untuk melaksanakan pemberdayaan dengan memberikan materi dan bantuan bahan penunjang budidaya maupun alat pengolah ikan nila,” katanya kepada Radar, Selasa (26/9/2023).

Karena di lokasi budidaya banyak ditemukan limbah kotoran ikan dan limbah bioflok yang belum dimanfaatkan. Oleh karenanya tim pengabdian Unsil memberikan pelatihan pembuatan POC menggunakan bahan baku limbah perikanan dan pertanian agar sampah-sampah dapat dimanfaatkan kembali dan menciptakan suasana lingkungan sirkular.

“Perbaikan disisi produksi rasanya kurang apabila tidak dilengkapi dengan proses pemasaran yang tepat. Sebab pemasaran menjadi ujung tombak dalam suatu usaha,” ujarnya.

Oleh karenanya, berangkat dari berbagai permasalahan tersebut maka dilakukan program pemberdayaan masyarakat yang difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan limbah bioflok, diversifikasi olahan ikan, branding product, legalitas usaha, dan pemasaran produk.

“Dalam pengabdian ini diberikan materi dan pelatihan diharapkan dapat menambah pemahaman petani dan keterampilan petani sehingga lebih lincah lagi dalam menjalankan usaha budidaya ikan nila,” katanya.

0 Komentar