CIHIDEUNG, RADSIK – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya harus bisa mengukur dampak dari pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Cihideung yang kembali menetap. Meskipun hanya sementara di bulan Ramadan saja. Namun bisa mempengaruhi karakteristik PKL di lokasi lain.

Hal itu diungkapkan Koordinator Gerakan Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kota Tasikmalaya Myftah Faried. Dia mengaku aneh ketika di bulan Ramadan, PKL tidak ingin membereskan lapaknya. Karena hal itu hanya mengembalikan kebiasaan lama. ”Memang apa bedanya jika lapak itu kembali dibereskan,” ucapnya kepada Radar, Jumat (15/4/2022).

Baca selengkapnya, disini
%d blogger menyukai ini: