Pajak dari Kampung Turis Meningkat

Pajak dari Kampung Turis Meningkat
BERKONTRIBUSI. Suasana Kampung Turis, Jumat (23/9/2022). Sumbangsih pajak dari Kampung Turis terhadap PAD sudah mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Foto: Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya
0 Komentar

PANGANDARAN, RADSIK – Sumbangsih pajak dari Kampung Turis terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sudah mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Kampung Turis yang ada di Pamugaran Pangandaran, merupakan tempat relokasi para pengusaha kafe dari Pantai Barat Pangandaran.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran Sarlan mengatakan para pengusaha kafe itu direlokasi pada tahun 2017. ”Awalnya memang ada gejolak saat proses relokasi itu, karena pengusaha kafe takut kehilangan pelanggan, namun akhirnya ada kesepakatan dan mereka mau direlokasi,” ucapnya kepada Wartawan, Jumat (23/9/2022).

Baca Juga:Bawaslu Butuh PNS untuk Pengawas Ad HocKadis Bisa Jadi Pj Wali Kota

[membersonly display=”Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik” linkto=”https://radartasik.id/in” linktext=”Login”]

Sarlan mengatakan, pendapatan pengusaha restoran dan kafe yang dipindah ke Kampung Turis awalnya cukup kecil. ”Saat itu kondisinya masih cukup sepi,” jelasnya.

PAD dari kampung turis, kata dia, awalnya cuma Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta per bulan dari satu kafe. ”Namun di tahun 2022 ini, sudah mencapai Rp 15 juta sampai Rp 20 juta satu bulannya, itu dari satu kafe,” katanya.

Dalam sebulan, retribusi dari Kampung Turis mencapai Rp 60-80 juta.

”Yang paling besar menyumbang retribusi dari Morgan dan Mina Family Rp 20 juta per bulan. Tinggal pemerintah daerah memberikan alat sistem yang terintergrasi langsung dengan bank, online dan masih dilakukan secara manual,” ucapnya.

Ia mengatakan, saat ini banyak yang mengucapkan terima kasih atas relokasi dan penataan Pantai Pangandaran. ”Banyak mereka yang diuntungkan, bahkan pendapatannya lebih besar,” ucapnya.

Sarlan mengatakan PAD dari sektor lain juga sedang digenjot. ”Terutama dari penerimaan pajak hotel, diharapkan bisa optimal di tahun ini,” harapnya.

Kepala Bapenda Pangandaran Dadang Solihat mengaku optimis, target penerimaan pajak hotel dan restoran bisa tercapai. ”Karena sosialisasi dan penagihan dilakukan secara masif,” ucapnya. (den)

[/membersonly]

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

0 Komentar