Meski Musim Hujan, 10 RT di Desa Ciawang Kabupaten Tasikmalaya Ini Tetap Kekeringan, Lho Kok Bisa?

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID –  Meski saat ini memasuki musim hujan, namun warga di Desa Ciawang Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya mengalami kesulitan air bersih.

Penyebabnya adalah sedimentasi lumpur pada saluran. Selain pintu air ini yang terlalu rendah membuat debit air ke hilir menjadi tersumbat. Sehingga membuat wilayah tersebut terjadi krisis air meski di musim hujan.

Hal ini pun menyebabkan dampak kekeringan air di Desa Ciawang, Kecamatan Leuwisari meliputi Kampung Ciawang  RT 15, 16 dan 17 RW 004, Kampung Nagrog RT 25 RW 004, Kampung Tambir  RT 30 dan 14 RW 004, Kampung Kedokan RT 8 dan 28 RW 004, Kampung  Ranjang RT 19 dan 20 RW 004

Ketua RT 14 Kampung Tambir, Desa Ciawang, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Odan mengatakan selama musim kemarau pihaknya memahami apabila tak ada air yang mengalir ke warga.

Baca juga:

Waspada! Musim Penghujan dan Angin Kencang, Hindari 3 Hal Ini

BPBD Kota Tasikmalaya: Hindari Berteduh di Bawah Pohon saat Hujan

Namun saat ini sudah musim hujan dan debit air dari hulu melimpah, tetapi air masih saja tidak mengalir ke pemukiman penduduk.

“Setelah kami telusuri, ternyata penyebabkannya karena ada sendimen lumpur, ditambah pintu air yang terlalu rendah sehingga membuat air ke hilir tersumbat,”ujarnya.

Pihaknya pun bersama warga gotong-royong membersihkan sendimen lumpur yang sudah menyempitkan saluran irigasi. Bahkan warga semoat membongkar pintu air BCK 21, agar air bisa mengalir ke wilayahnya.

“Tapi tetap saja air tidak mengalir,” terangnya.

Ketua RT 17 Kampung Ciawang, Osa Koswara menambahkan kekeringan air di wilayahnya sudah terjadi kurang lebih selama 1 tahun. “Kita mendesak pemerintah daerah turun tangan mengatasi persoalan ini, apalagi sebelumnya pernah ada dari dinas mengontrol. Tapi tidak diperbaiki,” tuturnya.

Baca juga:

Realisasi BOP PAUD Dipelototi, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Sosialisasikan Manajemen Penggunaan Dana BOP dengan Baik

MKKS SMA Kabupaten Tasikmalaya Jadi Jembatan Aspirasi Kepala Sekolah

Dia memprediksi tidak mengalirnya air Sungai Cikunten 1 akibat pintu air terlalu rendah, ditambah banyaknya sampah menumpuk sehingga membuat air meluap dan menyebabkan banjir  ketika hujan deras di hulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *