Mendagri Ingatkan Inflasi, Cheka Optimalkan Inovasi

JAKARTA, RADARTASIK.ID – Sejumlah kepala daerah menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Membahas beragam hal, termasuk kondisi inflasi secara nasional.

Berdasarkan data BPS per 1 Desember 2023, secara nasional, angka inflasi Year On Year (YOY) bulan November 2023 sebesar 2,86 persen. Angka ini meningkat dibanding inflasi YOY Oktober 2023 yang berada di angka 2,56 persen.

Peningkatan angka inflasi di setiap daerah relatif bervariasi. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, Inflasi Kota Tasikmalaya periode November 2023 sebesar 0,26persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dengan inflasi 0,01persen (mtm).

Baca juga : Mudahkan Transaksi Keuangan Masyarakat, Cheka Dorong Dompet Digital Tasku Disempurnakan

Bila dibandingkan Nasional dan Jawa Barat yang masing masing mencatat 0,38 persen dan 0,36persen (mtm), inflasi Kota Tasikmalaya masih lebih rendah. Namun secara tahunan, Inflasi Kota Tasikmalaya tercatat 3,11persen (yoy) lebih tinggi disbanding Jawa Barat (2,85persen) dan Nasional (2,86persen). (Kota Tasikmalaya menduduki urutan 3 terendah se-Jawa Barat setelah Kota Bogor dan Kota Cirebon).

Komoditas penyumbang utama inflasi antara lain, cabai rawit (0,060), Telur ayam ras (0,056), bawang merah (0,055), cabai merah (0,049) dan cabai hijau (0,018). Komoditas penyumbang utama deflasi antara lain daging ayam ras, bensin, minyak goring, bahan bakar rumah tangga dan jengkol.

“Kami meminta pemerintah daerah mengawasi kenaikan harga komoditas khususnya cabai yang merupakan penyumbang utama inflasi,” kata Tito memberi arahan, Senin (5/12/2023).

Baca juga : Kukuhkan Ketua Dewan Pengawas Syariah BPRS Al-Madinah, Pj Wali Kota Tasikmalaya Sampaikan Ini

Menurutnya pengendalian harga cabai merah dapat dilakukan seperti pengendalian beras. Melalui kerjasama dan kolaborasi semua pihak, dimana harga beras saat ini relative terkendali.

“Kami juga mengharapkan pemerintah daerah dapat melakukan gerakan yang sama dalam mengendalikan harga komoditi penyumbang utama inflasi. Daerah diharapkan dapat menggunakan anggaran regular bansos mupun BTT atau menggandeng para pengusaha untuk melakukan gerakan pasar murah,” ungkapnya.

Pj Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah mengatakan, walaupun Kota Tasikmalaya tidak termasuk 10 Kota dengan nilai inflasi tertinggi, namun hal ini tidak lantas membuat Pemkot berdiam diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *