Masyarakat Tercekik Harga Pangan yang Terus Naik, Padahal Kota Tasikmalaya Belum Lama Berpesta

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Melalui Tasikmalaya October Festival (TOF) bulan lalu pemerintah dan masyarakat bergembira di momen hari jadi. Namun setelah itu harga-harga mulai naik dan mencekik khususnya di komoditi cabai rawit dan hasil pertanian lainnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya H Denny Romdony mengatakan kenaikan harga-harga sudah tentu akan memicu inflasi. Sedangkan penanganan inflasi sudah menjadi atensi khusus dari Presiden RI. “Kan sudah jelas instruksi Presiden seperti apa soal inflasi,” ungkapnya kepada Radartasik.id, Jumat (10/11/2023).

Kondisi ini bisa menjadi catatan negatif juga dari pemerintah pusat untuk Pemkot Tasikmalaya. Karena secara tidak langsung apa yang menjadi atensi tidak dilaksanakan secara maksimal. “Kalau inflasi semakin buruk, artinya kan gagal melaksanakan instruksi,” tuturnya.

Baca juga : BRAVO! Tasik Raya FC Lolos Penyisihan Grup Liga 3 Seri 2 Jawa Barat Setelah Tahan Imbang Rancaekek FC

Kenaikan harga hasil pertanian erat kaitannya dengan ketahanan pangan. Namun dia melihat keseriusan Pemkot dalam hal ini sangat lemah bahkan sebatas formalitas. “Terserah mau ada Setaman Cinta atau apa, faktanya cabai rawit harganya naik terus,” ujarnya.

Dengan kondisi ini, dia yakin inflasi di Kota Tasikmalaya menjadi lebih buruk. Tidak seperti apa yang dibanggakan beberapa waktu sebelumnya. “Dengan catatan, perhitungannya harus objektif oleh ahlinya,” katanya.

H Denny pun merasa prihatin setelah pesta pora Oktober kemarin masyarakat dihadapkan dengan harga kebutuhan sehari-hari yang naik. Tentunya seolah konsep yang terbalik dari yang semestinya. “Harusnya kan bersakit dahulu lalu senang kemudian, bukan malah terbalik,” jelasnya.

Baca juga : Saat Eks Terminal Cilembang Disegel, Lebih dari 100 Botol Miras Masih Ditemukan

Menurutnya, momentum hari jadi bulan oktober kemarin Pemkot bisa all out dalam ketahanan pangan. Karena sudah jelas el nino mengancam ketahanan pangan di berbagai tempat. “Kalau digencarkan urusan pangan, menurut saya kondisinya bisa lebih baik dari saat ini,” katanya.

Pihaknya pun merasa sikap pemerintah yang seolah menyerah dengan alasan kondisi cuaca sangat tidak elok. Karena dampak el nino pada prinsipnya sudah terdeteksi jauh-jauh hari. “Kan lucu kalau sekarang alasannya kondisi cuaca,” imbuhnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *