Komisi III Pertanyakan Perencanaan Proyek

Komisi III Pertanyakan Perencanaan Proyek
KOTOR. Sungai Cikunten yang melintasi Kecamatan Cigalontang dan Sariwangi tercemar akibat material tanah dari sodetan bukit dalam pembangunan dan pelebaran Jalan Cidugaleun-Parentas. foto: radika robi ramdani/radar tasikmalaya
0 Komentar

Sebetulnya, kata dia, masyarakat kalau untuk bayaran tidak meminta. Hanya saja ini kan perusahaan, inginnya ambil tindakan melibatkan masyarakat setempat. Sebelumnya ada warga yang dari Sariwangi datang ke lokasi, hanya saja diminta untuk langsung menanyakan ke dinas terkait. “Justru orang dinas jangan diam, warga di Cidugaleun juga sama membutuhkan air,” ucap dia.

Saat ini, kata dia, masyarakat Cidugaleun diminta untuk terjun langsung agar air bisa cepat mengalir lagi. Ia merasa kasian kepada masyarakatnya yang membutuhkan air, namun saat ini masih terkendala. “Saya sudah 12 kali bertemu dengan CV, dengan orang dinas, tapi tidak ada realisasi apapun. Saya akan bertindak jika tidak ada realisasi sama sekali,” ucapnya.

Menurut dia, masyarakat meminta pertanggungjawaban dari perusahaan. Sehingga air bisa cepat mengalir lagi dan memeberikan kompensasi kepada warga karena banyak ikan yang mati. “Itu sudah diajukan, besok pun akan mendatangi pihak pengusaha. Karena saat ini, pengerjaannya terus-terusan oleh masyarakat. Minimal ada ganti rugi. Kalau pembangunan jalan mah mendukung, karena penerima manfaat. Hanya saja yang jadi masalah ini air  tidak mengalir karena material tanah hasil sodetan,” ucapnya. (obi)

[/membersonly]

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

Laman:

1 2
0 Komentar