KOTA TASIK – Sebanyak 12 ribu liter minyak goreng (migor) dalam Operasi Pasar Murah (OPM) di Kota Tasikmalaya ludes diserbu warga, Jumat (25/2/2022). Di satu lokasi, pembeli yang didominasi emak-emak itu mengantre puluhan meter untuk bisa mendapatkan jatah dua liter migor murah itu.

OPM tersebut dilakukan di tiga supermarket yakni Plaza Asia, Yogya Toserba HZ Mustofa dan Yogya Toserba Mitrabatik. Situasi di ketiga lokasi berbeda-beda, dari mulai lengang sampai antrean panjang.

Seperti halnya di Yogya HZ Mustofa di mana warga sudah berduyun-duyun sebelum swalayan itu buka. Banyaknya warga membuat antrean memanjang sampai ke area trotoar.

Store Manager Yogya HZ Mustofa Budi Santoso menyebutkan bahwa ketika pihaknya mulai buka, warga sudah berkumpul. Pihaknya berupaya mengendalikan kerumunan di dalam supermarket sehingga melakukan pembatasan. “Yang masuk kita batasi 20 orang bergiliran,” ungkapnya kepada Radar.

Maka dari itu, antrean di luar cukup panjang sampai ke area trotoar. Karena mereka tidak bisa masuk ke dalam supermarket secara bersamaan. ”Jadi operasi pasar ini bisa dilaksanakan dengan kondusif,” ucapnya.

Lain halnya dengan Plaza Asia yang suasananya lebih lengang. Pembeli pun tidak sampai berkerumun dengan antrean yang terbilang lancar.

Manajer Area Supermarket Plaza Asia Ahmad Heryawan menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan lokasi supaya warga tidak berkerumun. Di tambah dengan penanda tinta supaya warga tidak bolak-balik. ”Seperti yang terlihat, semuanya berjalan dengan lancar,” katanya.

Plaza Asia, kata dia, mendukung OPM yang dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan tersebut. Diharapkan distribusi minyak bisa merata kepada masyarakat khususnya di Tasikmalaya. “Kita batasi satu orang hanya bisa membeli satu kemasan isi dua liter,” tuturnya.

Petugas Unit Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Fitro Putro Nugroho mengatakan OPM tersebut diharapkan bisa menekan keresahan masyarakat soal minyak goreng. Pasalnya pemerintah akan terus berupaya agar distribusi minyak dengan harga sesuai ketentuan bisa tetap lancar. “Paling penting adalah masyarakat tidak panic buying,” katanya.

Dalam OPM kemarin sasaran distribusi hanya melalui pasar modern saja. Sementara untuk pasar tradisional masih belum dilibatkan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM Perindag) Kota Tasikmalaya H M Firmansyah mengakui pasar tradisional belum dilibatkan. Hal ini sebagaimana ketentuan OPM dari Kementerian Perdagangan. “Langsung ditentukan oleh kementerian,” ucapnya.

Disebutkan bahwa jumlah minyak yang didistribusikan dalam OPM tersebut ada 6.000 kemasan berisi 2 liter. Lebih detailnya di Plaza Asia 4.800 kemasan, Yogya HZ 3.600 liter dan Yogya Mitrabatik 3.600 liter. “Jadi totalnya 12.000 liter atau 6.000 kemasan,” tuturnya.

Disinggung OPM di pasar tradisional, operasi serupa akan juga dilakukan dalam waktu dekat. Pasar Cikurubuk dan Pancasila akan disuplai minyak curah sebanyak 32.000 liter dengan harga beli Rp 11.500/liter. “Mungkin Minggu ini atau Minggu depan,” terangnya.

Pihaknya sudah mendata 42 pedagang di kedua pasar tersebut untuk pendistribusiannya. Sebelum OPM dilakukan, mereka akan menandatangani pakta integritas terlebih dahulu. “Supaya minyak tersebut dijual dengan harga sesuai aturan,” katanya.

Salah seorang pembeli minyak di Plaza Asia, Hesti Astuti (32) mengaku OPM tersebut sangat bertepatan dengan jadwalnya belanja. Maka dari itu, dia bersyukur tidak harus repot-repot mencari minyak. “Apalagi tidak harus ngantre panjang,” ucapnya.

Hal serupa diungkapkan Lia Yuliana (42), warga Cihideung yang membeli minyak di tempat yang sama. Dia memang biasa membeli minyak ke supermarket akhir-akhir ini. “Karena di pasar masih mahal,” katanya. (rga)

By Midi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: