Di Tengah Dinamika Politik Pilkada 2024, Bakal Calon Bupati Tasikmalaya Dede Muksit Konsisten Temui Warga

Dede Muksit
Bakal Calon Bupati Tasikmalaya Dede Muksit Aly saat sosialisasi ke masyarakat jelang Pilkada 2024. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dinamika politik menjelang perhelatan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya semakin kencang. Perubahan arus koalisi partai politik pun semakin tak terbendung. Bahkan cenderung membuat bingung publik.

Di tengah belum pastinya peta politik jelang Pilkada Kabupaten Tasikmalaya, Bakal Calon Bupati Tasikmalaya dari Keluarga Besar Miftahul Huda Manonjaya, Dede Muksit Alh masih konsisten turun ke masyarakat untuk menyosialisasikan diri. 

Generasi ketiga Ponpes Miftahul Huda Manonjaya ini seolah tak kenal lelah untuk menyosialisasikan diri sebagai bakal calon bupati Tasikmalaya. Tak hanya bertemu langsung, ayah caleg terpilih dari PAN Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusuf ini juga terus gencara sosialisasi melalui baliho yang dipasangnya di setiap penjuru Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga:DPP PAN Tugaskan Iwan Saputra Jadi Calon Bupati Tasikmalaya di Pilkada 2024, Bagaimana Koalisi Tasik Maju?Koalisi Lama Bersemi Kembali, PKB-Golkar Bangun Kebersamaan untuk Menghadapi Pilkada Kabupaten Tasikmalaya

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, Dede Muksit menyempatkan bertemu dengan warga di Kecamatan Cikatomas. Dede pun menyampaikan niatannya untuk maju di Kabupaten Tasikmalaya. 

“Ya sebelum berangkat ke Makkah, saya masih sosialisasi ke masyarakat dan bertemu warga di Kecamatan Cikatomas. Banyak aspirasi yang disampaikan warga di sana, salah satunya soal perbaikan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan dan lainnya,” ujarnya. 

Terkait kencangnya dinamika politik jelang Pilkada 2024, Dede pun hanya menanggapi santai. Dia menilai semuanya hal yang wajar dalam dunia politik. Namun, sebelum dilakukannya pendaftaran semuanya masih belum ada yang pasti dan serba memungkinkan untuk berubah. 

Apalagi, kata Dede, urusan penentuan kandidat di Pilkada 2024 bukan merupakan kewenangan daerah, melainkan mutlak urusan pengurus di pusat. “Maka dari itu saya tetap fokus berjalan sosialisasi ke masyarakat dan membangun komunikasi di berbagai tingkatan, mulai dari daerah, provinsi sampai ke pusat,” ujarnya, menjelskan. (Yanggi F Irlana)

 

0 Komentar