TASIK, RADSIK – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mengakui bahwa angka kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS) tidak bisa jadi pedoman. Catatan itu cenderung jadi rapor untuk kinerja yang sudah dilakukan.

Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian Infrastrukur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tasikmalaya Soni Sujana didampingi stafnya Mursito menyampaikan bahwa angka kemiskinan jadi indikator hasil kinerja saja. Bukan panduan bagi pemkot untuk perbaikan pembangunan ke depannya. ”Jadi angka kemiskinan ini berangkat dari hasil kinerja setahun yang lalu,” ujarnya kepada Radar, Kamis (8/12/2022).

Disinggung soal kinerja mana yang berdampak besar, hal itu tidak bisa dilihat dari survei BPS. Biasanya pihaknya mencari tahu indikator itu dari evaluasi capaian kinerja. ”Jadi informasi itu bisa diambil dari evaluasi capaian kinerja,” tuturnya.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: