Hilangnya Pesawat Sriwijaya di Perairan Kepulauan Seribu

Empat Menit Setelah Lepas Landas

ISTIMEWA FIN PENCARIAN. Tim SAR gabungan dibantu para nelayan menemukan serpihan bodi pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulang Lancang, Perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2020) malam.

TANGERANG – Hilang kontaknya pesawat Sriwijaya Air menambah catatan kelam penerbangan di Indonesia. Pesawat dengan kode penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, dengan membawa 62 penumpang.

Diperkirakan, pesawat jatuh di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki. Dari Keterangan Badan SAR Nasional (Basarnas), diterimanya informasi hilang kontaknya pesawat Sriwijaya dilaporkan pukul 14.55 WIB. Bergerak cepat, Basarnas langsung mencari sinyal tanda bahaya.

ELT (Emergency Locator Transmittor) yang tertanam di pesawat, seharusnya memberikan tanda ketika jatuh. Tetapi tidak memancar.

Deputi Bidang Operasi Basarnas Bambang Suryoaji dalam konferensi pers di Jakarta mengatakan, setelah mendapatkan informasi hilangnya pesawat Sriwijaya Boeing 737-524, langsung melaksanakan koordinasi dengan Bandara Soekarno-hatta.

Dia mengatakan, Basarnas segera mengerahkan personel dan peralatan yang ada di Basarnas. Kapal mauupun sea rider langsung diberangkatkan menuju titik lokasi yang diduga jatuh. Yakni berada di antara Pulau Laki dan Pulau Lantang.

Berjarak sekitar 1,5 mil sampai 2 mil. Dan 3 mil dari Tanjung Kait, Tangerang. “Kita sudah menemukan beberapa serpihan dari yang dicurigai bagian dari pesawat. Rencana kita akan buka posko di JICT 2,” tutur dia, Sabtu (9/1/2020).

Bambang melanjutkan, pihaknya juga langsung mencari titik lokasi di mana pesawat itu jatuh. “Dengan harapan ketemu dan besok pagi dilakukan pencarian dan pendalaman,” terangnya saat memberikan keterangan kepada awak media.

Dia memprediksi, jatuhnya pesawat berada di kedalaman 20 sampai 23 meter. “Kita belum tahu pasti di mana lokasinya,” tutur dia. Menurutnya, Basarnas akan menjadikan barang bukti untuk diketahui lebih lanjut. Apakah serpihan yang ditemukan itu benar milik pesawat Sriwijaya atau bukan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Bandara Soekrno-Hatta menjelaskan, terakhir terjadinya kontak sekira pukul 14.40 WIB. Pihak ATC meminta laporan arah keberadaan pesawat. “Take off pukul 14.36 WIB. Pukul 14.37 WIB, diizinkan naik ke ketinggian 29 ribu kaki dengan mengikuti standar instrumen departure. Pukul 14.40 Jakarta corach melihat Sriwijaya tidak ke arah 075 derajat melainkan ke barat laut. Oleh kerenanya ditanya oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat,” paparnya.

“Diketahui, ada 62 orang di dalam pesawat. Terdiri dari 50 penumpang, 43 dewasa, tujuh anak dan 3 bayi serta 12 kru,” tutur dia. Dia melanjutkan, dalam pencarian pesawat, meminta doa restu dari seluruh masyarakat Indonesia agar segala sesuatunya dilancarkan.

Di tempat sama, Kepala Basarnas Bagus Puruhito menambahkan, ketika menerima informasi, pihaknya langsung bereaksi. Bahkan, sampai mencari sampai ke wilayah Australia. Selanjutnya, ada informasi ditemukan puing.

“Ditemukan oleh Pospol Lancang. Yang diperkirakan pesawat itu lost contact. Nantinya akan ditindak lanjuti oleh KNKT,” tambahnya.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono melanjutkan, dirinya berharap penyelamatan bisa segera dilaksanakan oleh Basarnas. Saat ini, Pihaknya masih mengumpulkan seluruh informasi. Beberapa peralatan juga diterjunkan.

“Termasuk untuk underwater recovery. Kami akan mengikuti koordinasi dengan Basarnas. Kami harapkan bersabar untuk masyarakat,” kata dia. (khf/fin)

Be the first to comment on "Empat Menit Setelah Lepas Landas"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: