TASIK, RADSIK – Masalah berandalan motor sudah disepakati menjadi tanggung jawab bersama. Namun gerakan masif baru terlihat dilakukan oleh aparat kepolisian saja.

Pembacokan yang terjadi di Jalan Ampera merupakan bukti bahwa teror dari berandalan bermotor masih nyata. Patroli dari kepolisian termasuk tim Maung Galunggung pun seolah belum cukup untuk mengatasinya.

Sekretaris Karang Taruna Kota Tasikmalaya Arief Abdul Rohman menyesalkan dengan apa yang terjadi di Jalan Ampera. Pasalnya kebengisan berandalan motor sampai menjatuhkan korban luka-luka. ”Hal yang tidak diharapkan kembali terjadi,” ujarnya kepada Radar, Senin (12/12/2022).

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: