Bea Cukai Tasikmalaya Fasilitasi UMKM Berdaya Saing Global, Realisasi Penerimaan Sudah Mencapai 55 Persen

Bea Cukai Tasikmalaya
Kepala Kantor Bea Cukai Tasikmalaya Elly Safrida. (Lisna Wati/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Bea Cukai Tasikmalaya terus memperkuat perannya dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas melalui asistensi ekspor. 

Kepala Kantor Bea Cukai Tasikmalaya Elly Safrida mengungkapkan bahwa UMKM memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi negara dan mampu menyerap hingga 97 persen tenaga kerja. 

Oleh karena itu, Bea Cukai Tasikmalaya terus berusaha membantu pelaku usaha agar dapat bersaing di pasar internasional.

Baca Juga:Pengawasan Pemilihan Partisipatif, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Minta RT dan RW Awasi Pilkada 2024Aksi Heroik Crosser Astra Honda di MXGP Lombok, Raih Poin Krusial di Kejuaraan Dunia

“Bea Cukai memberikan asistensi kepada UMKM dan berbagai kemudahan ekspor dalam rangka mengoptimalkan potensi UMKM dan meningkatkan daya saing mereka di pasar global,” ujar Elly kepada Radartasik.id, Rabu, 10 Juli 2024.

Peran Bea Cukai dan instansi terkait tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai mitra strategis yang aktif membantu UMKM menavigasi kompleksitas pasar internasional. 

Hal itu memungkinkan UMKM untuk bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang tangguh dan berdaya saing.

Salah satu kemudahan yang diberikan adalah Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM). 

Perusahaan yang menerima fasilitas KITE IKM mendapatkan pembebasan dari kewajiban membayar bea masuk, pajak pertambahan nilai (PPN), serta pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). 

Di wilayah kerja Bea Cukai Tasikmalaya, terdapat empat perusahaan yang mendapatkan fasilitas KITE IKM.

Pada 9 Maret 2024, dilakukan pelepasan ekspor PT Nutrisi Bumi Lestari dari Kawalu Kota Tasikmalaya. 

Baca Juga:Jurnalis Diajak DAM Ubah Limbah Rumah Tangga Jadi Produk BermanfaatMenyingkap Misi Merekatkan Budaya Sunda-China, Komunikasi Pakai Mesin Penerjemah demi Menjaga Kerahasiaan

Perusahaan tersebut melakukan ekspor perdana ke Turkmenistan, Eropa Timur, dengan mengirimkan dua kontainer atau 11.304 bag cocopeat. 

Produk yang diekspor adalah cocopeat atau media tanam untuk green house farming.

Elly menjelaskan bahwa UMKM di Priangan Timur memiliki potensi besar untuk melakukan ekspor. 

Oleh karena itu, Bea Cukai mendorong UMKM untuk dapat mengekspor agar dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja, meningkatkan omzet, dan meningkatkan devisa negara. 

Bea Cukai juga mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam program UMKM Naik Kelas.

Selain UMKM, Bea Cukai juga memberikan fasilitas untuk Kawasan Berikat. Saat ini, terdapat delapan Kawasan Berikat di Priangan Timur yang bergerak di industri produksi sepatu, baju, dan bulu mata. 

0 Komentar