Ada 72 Lapak Gratis Untuk UMKM di Pameran Dalam Rangka HUT Kota Tasikmalaya, Ada Lapak Berbayarnya Gak Ya?

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kota Tasikmalaya hanya mengakomodir 72 UMKM untuk diberikan stand atau lapak gratis dalam Pameran Gelar Produk Puspa Kriya dalam rangka HUT Kota Tasikmalaya. Padahal ada lebih dari 6.300 UMKM binaan Dinas KUMKM perindag Kota Tasikmalaya.

Pameran tersebut akan dilaksanakan pada 9 – 22 Oktober 2023 mendatang di lingkungan Gedung Creative Center (GCC). Di mana pameran tersebut akan menjadi ajang promosi dan penjualan UMKM di Kota Tasikmalaya.

Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya mengakui bahwa data tahun 2022 pihaknya memiliki sekitar 6.300 UMKM binaan. Namun dalam pameran ini, hanya 72 UMKM saja yang diakomodir untuk diberikan stand gratis. “Karena kami juga punya keterbatasan, di tambah kita juga harus menyeleksi kelayakannya,” ujarnya kepara Radartasik.id, Senin (2/10/2023).

Baca juga : Cegah Perundungan Pelajar Seperti di Cilacap, 44 Perwira Polres Tasikmalaya Kota Bergerak ke Sekolah-Sekolah

Disinggung soal jumlah stand yang akan disediakan dalam pameran tersebut, Apep belum bisa memastikan. Pihaknya hanya fokus pada 72 stand untuk mengakomodir UMKM binaannya. “Pokoknya kami fokus di 72, dan itu gratis,” ucapnya.

Dari informasi yang dihimpun Radar, pameran tersebut dikelola oleh pihak ketiga. Sehingga jumlah stand di lokasi tidak ditentukan secara langsung oleh pemerintah.

Mengingat banyaknya UMKM yang menjadi binaan, pihaknya membuka pendaftaran sekaligus seleksi. Di mana pelaku UMKM bisa mendaftar langsung ke Kantor Dinas KUMKM Perindag di komplek perkantoran. “Jadi untuk UMKM binaan bisa daftar ke posko pendaftaran,” ucapnya.

Baca juga : Soal Usulan Penonton Konser Musik Pria-Wanita Dipisah, Begini Pandangan Anggota DPRD dan Budayawan Tasikmalaya

Untuk mendapatkan stand gratis di pameran tersebut dari mulai NIB dan kelengkapan administrasi lainnya. Khusus produk makanan, pelaku usaha harus sudah mengantongi PIRT dan sertifikat halal. “Ada persyaratan yang harus dipenuhi,” ucapnya.

Paling penting, yakni harus diproduksi di Kota Tasikmalaya atau langsung pelaku usahanya. Pasalnya pameran ini misinya untuk mengangkat dan mempromosikan produk asli daerah. “Jadi bukan produk dari luar yang dijual di Tasik,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *