“Harapan kami, setelah lulus nanti, para siswa tidak hanya berpikir bagaimana mencari pekerjaan, tetapi juga mempunyai keberanian untuk menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut pengembangan jiwa entrepreneur di lingkungan sekolah juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Ini juga menjadi bagian dari dukungan kami terhadap program pemerintah. Kami ingin ikut berperan dalam menyiapkan generasi muda yang mandiri, produktif, kreatif, dan memiliki daya saing,” tuturnya.
Baca Juga:UMB Campuspreneur from Lokal to Global Asah Kemampuan Mahasiswa di Bidang EksporSTC MORO UDANG: Vespa Tua Menjemput Udang Segar di Cikalong
Ia berharap program Radar Entrepreneur dapat menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan media dalam mendorong lahirnya wirausahawan muda dari Kota Tasikmalaya.
“Potensi anak-anak muda di Tasikmalaya sangat besar. Tinggal bagaimana potensi tersebut diarahkan dan diberikan ruang untuk berkembang. Melalui program ini, kami ingin ikut membuka ruang tersebut,” pungkasnya. (Ujang Nandar)
