Ia menilai, sosok yang memiliki kedudukan dan dihormati di masyarakat dapat memberikan pengaruh tersendiri terhadap cara pandang siswa. Kehadiran figur semacam itu diharapkan turut mendorong perubahan pola pikir dan pembentukan karakter pelajar.
“Kalau kita yang ngomong guru gitu mereka mungkin bosan. Tapi ini mah orang yang disegani, orang yang dihormati dan beda,” ungkapnya.
Japar menambahkan, pembinaan karakter siswa tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Pengawasan orang tua dan kondisi lingkungan pergaulan di luar sekolah juga berperan dalam membentuk perilaku anak.
Baca Juga:Dosen Unsil Kenalkan Bahasa dan Budaya Indonesia di ThailandBeberapa Kali Gagal di Masa Lalu, Pemkot Tasikmalaya Jajaki Lagi Penerbangan Tasikmalaya-Jakarta
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya keterlibatan keluarga dalam mengawasi aktivitas anak, terutama ketika berada di luar lingkungan pendidikan. (Fitriah Widayanti)
