CIAMIS, RADARTASIK.ID – Atap dua ruangan di SMP Negeri 1 Cidolog, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, ambruk pada Senin (2/11/2026) dini hari. Bangunan yang sudah berusia hampir 30 tahun tersebut diduga runtuh akibat kondisi kayu penyangga yang lapuk dan tidak mampu menahan beban setelah diguyur hujan.
Kepala SMP Negeri 1 Cidolog, Sukendi SPd MPd, membenarkan kejadian tersebut. Ruangan yang ambruk sebelumnya digunakan sebagai ruang guru. Namun, ruangan itu sudah lebih dari satu tahun dikosongkan karena kondisinya dinilai tidak layak digunakan dan telah masuk dalam rencana revitalisasi.
“Ruangan atap ambruk itu sudah masuk di survei revitalisasi, menurut penilaian Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Pertanahan (DPUTRP) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis sudah tidak layak huni dengan kondisi atap kayunya pada lapuk, sehingga dikosongkan lama,” katanya kepada Radar, Selasa (3/11/2026).
Baca Juga:Puluhan Ribu Jemaah Larut dalam Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun ManonjayaAnggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat Pengawasan Anak, Kasus Gadis Bantarkalong Tasikmalaya Jadi Peringatan
Untuk mengantisipasi risiko keselamatan, pihak sekolah telah mensterilkan bangunan tersebut. Selain ruang guru, bangunan perpustakaan juga mengalami kerusakan berat. Bahkan, bagian atap perpustakaan sudah lebih dahulu dibongkar karena kondisinya dinilai lebih parah.
“Berarti kondisi ruangan rusak berat ada dua yaitu ruang guru dan perpustakaan,” ujarnya.
Pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis telah melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Kabupaten Ciamis. Sukendi memastikan tidak ada korban dalam peristiwa itu. Aktivitas belajar mengajar pun tetap berjalan normal karena ruangan yang terdampak sudah tidak digunakan.
“Mudah-mudahan masuk dalam progres percepatan revitalisasi yang diharapkan dari masyarakat dan sekolah. Supaya warga sekolah lebih nyaman, aman, dan representatif dalam kegiatan belajar mengajar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan tanda-tanda kerusakan terdengar sejak Minggu (1/11/2026) malam. Sekitar pukul 23.30, petugas piket mendengar suara kayu patah. Saat itu, wilayah Cidolog sedang diguyur hujan.
“Kemudian pada Senin 2 November 2026, sekira pukul 02.00 dini hari, petugas piket kaget mendengar suara keras dari atap yang runtuh,” ujarnya.
Setelah dilakukan pengecekan, petugas mendapati atap dua ruangan, yakni ruang guru dan ruang piket, telah ambruk. Dampaknya, beberapa bagian bangunan di sebelahnya juga mengalami kerusakan akibat tertarik material yang runtuh.
