“Sebagai lembaga pengawasan, kita belum bisa memastikan dan direncanakan, minggu pertama di November, menurut pimpinan komisi III, akan melakukan monev dan meninjau langsung pembangunan SOR,” jelasnya.
Aang mendorong bupati dan DPU-TRPP-LH memperkuat pengawasan serta mengantisipasi berbagai kendala teknis, terutama dampak peralihan cuaca selama musim hujan. Menurutnya, keterlambatan penyelesaian proyek berpotensi menimbulkan konsekuensi finansial bagi pemerintah daerah sekaligus merugikan masyarakat.
“Karena resikonya, dalam kontrak pembangunan SOR sudah tercantum, apabila tidak dapat menyelesaikan pembangunan SOR, sesuai kontrak, sampai dengan akhir Desember, resikonya sudah jelas dalam aturannya terkena denda, kemudian merugikan pemerintah daerah dan masyarakat,” tambah Aang.
Baca Juga:Puluhan Ribu Jemaah Larut dalam Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun ManonjayaAnggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat Pengawasan Anak, Kasus Gadis Bantarkalong Tasikmalaya Jadi Peringatan
Ia mengingatkan agar keterlambatan pada sejumlah proyek rekonstruksi jalan kabupaten tidak kembali terjadi dalam pembangunan SOR Mangunreja.
“Seperti rekonstruksi jalan yang sudah habis kontrak tetapi proyeksi pembangunannya belum dapat diselesaikan seutuhnya,” katanya.
Kekhawatiran tersebut, lanjut Aang, menjadi alasan Komisi III menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek. Meski demikian, ia mengakui pihaknya belum melakukan evaluasi langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi terkini pembangunan SOR.
“Jangan-jangan nanti proyeksi pembangunan SOR juga ada kendala teknis? Itu kekhawatiran kami, tapi kalau pak bupati menjamin dan setiap hari memonitor perkembangan pembangunan SOR, terimakasih banyak, karena komisi III belum melakukan evaluasi ke lapangan secara langsung,” tambah Aang.
Komisi III menegaskan, pembangunan SOR Mangunreja harus selesai tepat waktu dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan. Hal ini penting mengingat anggaran yang digelontorkan pemerintah daerah tidak sedikit.
“Karena tidak sedikit anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah, dan tentu, InsyaAllah ketika pembangunan SOR sudah terwujud, maka sudah bisa dipastikan akan menjadi ikon Kabupaten Tasikmalaya, kita punya Tasik Sport Center, jembatan indah, secara otomatis sarana prasarana olahraga bagus, otomatis roda ekonomi masyarakat dengan sendirinya akan meningkat dan tumbuh,” ujar Aang, menambahkan. (dik)
