“Mereka juga harus mengerjakan ke lapangan. Intinya yang dinas-dinas yang sekarang masih punya pekerjaan fisik,” katanya.
Selain mengejar penyelesaian proyek fisik, Pemkab Tasikmalaya menyiapkan konsep berbeda untuk menyambut pergantian tahun 2026 menuju 2027. Bupati memastikan tidak akan menggelar agenda berkeliling ke sejumlah wilayah seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sebagai gantinya, pemerintah daerah akan mengadakan refleksi akhir tahun melalui tayangan kaleidoskop yang merangkum program dan kegiatan sepanjang 2026. Acara utama direncanakan berlangsung di Alun-alun Kabupaten Tasikmalaya dengan melibatkan pimpinan DPRD dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Baca Juga:Puluhan Ribu Jemaah Larut dalam Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun ManonjayaAnggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat Pengawasan Anak, Kasus Gadis Bantarkalong Tasikmalaya Jadi Peringatan
“Kita nanti ada kaleidoskop. Jadi pergantian tahun itu yang biasanya kan saya dengan Pak Wabup bagi tugas, saya ke Salawu, Pak Wabup ke Lingkar Gentong. Jadi tahun ini pergantian tahun itu tidak ada muter,” kata Cecep.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, para camat akan bertugas di wilayah masing-masing. Kepala desa dan unsur terkait juga akan ditempatkan di sejumlah titik yang telah ditentukan. Pemkab turut merencanakan koordinasi melalui konferensi video atau Zoom, sementara tayangan kaleidoskop akan ditampilkan melalui videotron di Alun-alun Kabupaten Tasikmalaya.
Konsep tersebut menjadi bagian dari program Tasik Aman, Tasik Iman, yang diarahkan untuk menjaga keamanan sekaligus memperkuat kegiatan keagamaan pada malam pergantian tahun.
Di tingkat desa, Karang Taruna direncanakan menggelar doa bersama mulai selepas salat Magrib hingga pergantian malam. Sementara itu, anggota perlindungan masyarakat (Linmas) akan disiagakan untuk menjaga pos keamanan lingkungan atau pos kamling.
Untuk menyiapkan tayangan kaleidoskop, Cecep telah menugaskan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) mengumpulkan dokumentasi video seluruh program yang telah dilaksanakan selama 2026.
Dokumentasi tersebut akan dirangkai menjadi bahan refleksi atas capaian pembangunan dan berbagai kegiatan pemerintah daerah selama setahun. Menurut Cecep, tayangan itu tidak hanya menjadi sarana menyampaikan hasil kerja pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga ungkapan rasa syukur atas capaian yang telah diraih.
“Semua program dalam satu tahun 2026 kita akan tayangkan sebagai refleksi rasa syukur kita,” pungkasnya. (obi)
