Atlet Kabupaten Tasikmalaya Bersinar di Asia, NPCI Sentil Minimnya Dukungan Pemda

Atlet npci
Ketua NPCI Kabupaten Tasikmalaya (kiri) berfoto bersama para atlet seusai pelaksanaan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. (Istimewa)
0 Komentar

Ukun menyebut pemerintah pusat memberikan bonus sebesar Rp 3 miliar bagi peraih medali emas dalam ajang trsebut. Ia berharap Pemkab Tasikmalaya memiliki kebijakan penghargaan yang jelas dengan mempertimbangkan tingkat prestasi dan kemampuan keuangan daerah.

“Harapannya, ada kebijakan yang seimbang dan sesuai dengan tingkat prestasi. Jangan sampai atlet sudah berjuang luar biasa, tetapi apresiasi yang diterima belum mencerminkan pencapaian mereka,” ujarnya.

Persoalan lainnya adalah keterbatasan sarana dan prasarana yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan atlet disabilitas. Ia berharap pembangunan fasilitas olahraga di Kabupaten Tasikmalaya turut memperhatikan aksesibilitas agar dapat digunakan untuk latihan rutin dan pembinaan atlet muda.

Baca Juga:Puluhan Ribu Jemaah Larut dalam Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun ManonjayaAnggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat Pengawasan Anak, Kasus Gadis Bantarkalong Tasikmalaya Jadi Peringatan

“Kalau untuk sarana dan prasarana latihan di daerah, memang belum mendukung sepenuhnya. Kebutuhannya masih banyak. Pembinaan harus terus berjalan, tetapi dukungan fasilitas juga harus diperhatikan,” ucapnya.

Ukun juga mengungkapkan sebagian atlet berasal dari keluarga kurang mampu sehingga menghadapi kendala transportasi dan kebutuhan perlengkapan latihan.

“Semangat anak-anak luar biasa. Banyak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ada yang harus dijemput, ada yang mengalami kesulitan transportasi untuk datang latihan,” katanya.

Jadi, pembinaan ini bukan hanya soal mengarahkan mereka berolahraga, tetapi juga bagaimana membantu agar mereka bisa terus berlatih dan berkembang.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, NPCI Kabupaten Tasikmalaya tetap berupaya menjalankan pembinaan dan menyiapkan atlet potensial untuk masa depan.

“Di tengah keterbatasan tersebut, NPCI Kabupaten Tasikmalaya tetap berupaya menjalankan pembinaan dan menyiapkan atlet potensial untuk masa depan,” ucapnya.

Ukun berharap pemerintah daerah, NPCI, pelatih, dan pemangku kepentingan lainnya memperkuat kerja sama agar prestasi atlet disabilitas dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Baca Juga:Dokter Keliling Gerindra Sambangi Cineam Tasikmalaya, Ratusan Warga Dapat Pengobatan GratisKetika Sekolah Tak Lagi Aman, Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Soroti Kasus Perundungan yang Memakan Korban

“Jangan memandang atlet disabilitas sebelah mata. Mereka punya kemampuan dan bisa membuktikan prestasi sampai tingkat internasional. Olahraga tidak membutuhkan banyak retorika, tetapi membutuhkan dukungan nyata, mulai dari fasilitas, perlengkapan, pembinaan, sampai apresiasi,” tegasnya.

“Prestasi yang telah diraih perlu ditindaklanjuti dengan langkah konkret, mulai dari evaluasi anggaran, penyediaan fasilitas yang aksesibel, penguatan regenerasi, hingga perumusan kebijakan apresiasi yang jelas,” pungkasnya. (obi)

0 Komentar