TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs KH Tetep Abdulatip MAg, mendorong Generasi Muda (GEMA) Keadilan menjadi wadah kaderisasi untuk melahirkan pemimpin muda yang religius, nasionalis, dan moderat. Para pemuda perlu diberi ruang, kepercayaan, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi dan membuktikan kapasitas kepemimpinannya.
Hal itu disampaikan Tetep saat menghadiri pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD GEMA Keadilan Kabupaten Tasikmalaya di Pendopo Baru Setda Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (25/10/2026). Pelantikan pengurus dilakukan oleh DPW GEMA Keadilan Provinsi Jawa Barat, kemudian dilanjutkan dengan Rakerda untuk membahas program kerja organisasi.
GEMA Keadilan merupakan organisasi sayap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mewadahi kalangan pemuda. Organisasi ini diharapkan menjadi inkubator kepemimpinan sekaligus sarana kaderisasi untuk mempersiapkan generasi muda mengambil peran di tengah masyarakat.
Baca Juga:Puluhan Ribu Jemaah Larut dalam Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun ManonjayaAnggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat Pengawasan Anak, Kasus Gadis Bantarkalong Tasikmalaya Jadi Peringatan
Tetep yang juga Dewan Pembina GEMA Keadilan Provinsi Jawa Barat berharap proses kaderisasi melalui organisasi tersebut dapat berjalan optimal. Menurutnya, generasi muda harus diberi kesempatan untuk tampil dan mengubah pandangan masyarakat yang masih meragukan kemampuan anak muda dalam memimpin.
“Dulu PKS diawal-awal kemunculannya disebut sebagai partainya anak muda dan partainya generasi muda. Kita ingin generasi muda ini, berani tampil, dan ingin mengubah paradigma masyarakat tentang generasi muda,” ungkap Tetep.
Ia mengatakan, potensi anak muda perlu diyakinkan, diarahkan, dan dikembangkan agar mampu mengambil peran lebih besar, termasuk dalam kepemimpinan pemerintahan.
“Jika ada yang bilang bagus potensinya anak itu, tapi sayang masih muda. Nah paradigma itu kita harus yakinkan bahwa anak muda ini bagus dan layak untuk tampil, bahkan layak untuk memimpin daerah,” kata Tetep.
Namun, menurutnya, kesempatan memimpin harus diimbangi dengan kesiapan dan kualitas diri. Para pemuda perlu membangun kapasitas, kredibilitas, integritas, serta akseptabilitas atau penerimaan masyarakat.
“Tentu para pemuda ini harus dilatih, dibina dan dilibatkan, dengan acara dan program kita. Dan mereka harus diamanahi. Maka kami untuk acara-acara seperti ini, silahkan berikan kepada generasi muda. Apa yang bisa kita support, ya kita support kepada mereka,” terang Tetep.
