Masalah kepatutan ini menurutnya baru bisa dianulir jika Viman meminta maaf atas perilaku yang tidak patut itu. Tentunya dengan ditindaklanjuti dengan rekrutmen dewas yang lebih patut. “Atau Asep MP sendiri yang sadar diri dan mengundurkan diri dari jabatan dewas, karena semestinya dia juga malu jika menyadari jabatan itu hasil perbuatan yang tidak patut dilakukan,” ucapnya.
Lain halnya dengan Sekretaris Demokrat Kota Tasikmalaya Irfan Ramdani tidak menafikan adanya dugaan kepentingan politik dalam pengangkatan dewas ini. Menurutnya pemerintah kota harus memberikan argumen yang meyakinkan publik bahwa Asep MP merupakan figur yang tepat diangkat sebagai dewas. “Langkah terbaik adalah bertahan secara terukur, sambil mengungkap kejelasan proses pengangkatan, tidak perlu mundur” ungkapnya.
Alasan Asep MP harus bertahan, Irfan mengatakan bahwa dewas dinilai berdasarkan kualitas pengawasannya, bukan dari proses mendapatkan jabatan. Terlepas ada ketidakpatutan, pada dasarnya tanggung jawabnya saat ini adalah membuktikan kinerja. “Setelah dilantik, tanggung jawab utamanya adalah menjalankan fungsi pengawasan sesuai aturan dan kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.(Rangga Jatnika)
