TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ambisi Pemerintah Kota Tasikmalaya mewujudkan predikat Kota Layak Anak (KLA) masih dibayangi sejumlah pekerjaan rumah. Persoalan anak jalanan, lingkungan sekolah, hingga ketersediaan fasilitas ramah anak menjadi bagian yang harus ditangani secara lintas sektor.
Pemerintah Kota Tasikmalaya pun mulai memperkuat pemahaman dan kolaborasi antarunsur melalui Workshop Konvensi Hak Anak yang digelar di Joint Cafe, Jalan Mashudi, Kota Tasikmalaya, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah mempersiapkan pemenuhan dan perlindungan hak anak.
Baca Juga:Telkomsel-PosDigi Bidik 200 Ribu Agen Pos Lewat Paket Sat SetProyek Drainase Zig-Zag Cimerak Kota Tasikmalaya Terus Disorot, PUTR: Dikerjakan Pemprov Jabar
Sebab, mewujudkan kota yang layak bagi anak tidak cukup hanya dengan kegiatan seremonial, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai sektor dan pembenahan sejumlah indikator.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kota Tasikmalaya H Nanang Suhara mengatakan, pemahaman mengenai Konvensi Hak Anak penting untuk memperkuat upaya pemerintah memenuhi hak-hak anak.
“Ini salah satu upaya kita untuk mewujudkan Kota Layak Anak di Kota Tasikmalaya. Tentunya harus ada pemahaman mengenai konvensi hak-hak anak,” kata Nanang.
Menurut dia, persiapan menuju KLA harus dilakukan secara lebih masif. Berbagai indikator pemenuhan hak anak perlu dipahami dan ditangani bersama agar konsep Kota Layak Anak tidak berhenti sebatas label.
“Workshop ini arahnya ke sana. Kita ingin mempersiapkan Kota Tasikmalaya agar ke depan bisa benar-benar menjadi kota yang layak bagi anak,” ujarnya.
Nanang menegaskan, beban mewujudkan KLA tidak bisa hanya dipikul DPPKBP3A. Seluruh perangkat daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, masyarakat hingga unsur terkait lainnya harus mengambil peran sesuai bidang masing-masing.
“Untuk menuju Kota Layak Anak tentunya harus melalui kolaborasi dan sosialisasi. Tidak hanya bisa dilaksanakan oleh DPPKBP3A, tetapi harus melibatkan semua unsur,” katanya.
Baca Juga:Pohon Mahoni di Mangkubumi Kota Tasikmalaya Tumbang Mendadak, Lalu Lintas Sempat Buka TutupIni 25 kegiatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya
Sektor pendidikan menjadi salah satu bagian penting. Sekolah dinilai harus menjadi ruang yang aman dan nyaman karena menjadi salah satu tempat utama anak beraktivitas.
“Bahkan kami berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan. Di sana ada sekolah dan tempat berkumpulnya anak-anak. Sebuah sekolah harus layak, aman, nyaman dan memenuhi kebutuhan anak,” tutur Nanang.
