Milangkala Pangandaran di Tengah Krisis Air, Kata Jeje: Masa Pejabat Jingkrak-Jingkrak?

Milangkala Pangandaran
olah digital / gemini
0 Komentar

Setiap agenda diharapkan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong perekonomian daerah.

Asep menilai momentum hari jadi semestinya dimanfaatkan untuk menghadirkan kegiatan yang berdampak lebih luas dan berkelanjutan, termasuk dengan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Itu kegiatannya BI, tetapi kewajiban kita juga menyampaikan ke BI, menyampaikan ke Bank Jabar. Kalau bisa, ya kegiatannya yang jauh lebih manfaat untuk masyarakat,” kata Asep, Selasa (6/10/2026).

Baca Juga:Telkomsel-PosDigi Bidik 200 Ribu Agen Pos Lewat Paket Sat SetProyek Drainase Zig-Zag Cimerak Kota Tasikmalaya Terus Disorot, PUTR: Dikerjakan Pemprov Jabar

Sebagai daerah tujuan wisata, menurut Asep, konsep Milangkala juga harus diarahkan untuk mendatangkan wisatawan, membuat mereka tinggal lebih lama, dan membelanjakan uangnya di Pangandaran.

“Event yang mana yang bisa narik orang, narik wisatawan untuk stay di Pangandaran dan sebagainya,” terangnya.

Dampaknya diharapkan bisa dirasakan pelaku usaha, mulai dari hotel, restoran, transportasi hingga UMKM.

Selain manfaat ekonomi, Asep juga meminta kejelasan status sejumlah agenda dalam rangkaian Milangkala ke-14. Salah satunya terkait rencana kehadiran grup musik Letto.

Ia mengingatkan agar Pemkab Pangandaran menjelaskan siapa pihak yang menjadi penyelenggara setiap kegiatan.

Jika sebuah agenda tidak digelar langsung pemerintah daerah, statusnya perlu ditegaskan agar masyarakat tidak menganggap seluruh rangkaian kegiatan sebagai acara resmi Pemkab Pangandaran.

“Kalau memang bukan kegiatan pemerintah, ya harus jelas juga statusnya,” tegas Asep.

Baca Juga:Pohon Mahoni di Mangkubumi Kota Tasikmalaya Tumbang Mendadak, Lalu Lintas Sempat Buka TutupIni 25 kegiatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya

Dengan demikian, kemeriahan Milangkala tidak sekadar menjadi urusan panggung dan hiburan.

Di tengah tekanan ekonomi dan persoalan kebutuhan dasar masyarakat, hari jadi daerah dituntut menghadirkan manfaat yang lebih terasa.

Sebab, pesta daerah semestinya bukan hanya soal siapa yang tampil di atas panggung, tetapi juga siapa yang benar-benar merasakan manfaat setelah panggung dibongkar. (deni nurdiansyah)

0 Komentar