Ia berharap para peserta dapat menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk meningkatkan kemampuan serta berkontribusi dalam mencari solusi pengelolaan sampah di Kabupaten Tasikmalaya.
“Para pelajar harus rajin belajar, mampu dalam penguasaan sains, teknologi, engineering, art (seni) dan matematika. Jadilah generasi unggul di masa depan sebagai Generasi Emas 2045,” ungkap Usman kepada Radartasik.id saat menghadiri Gebyar STEAM SMP Kabupaten Tasikmalaya di Graha Nanjung, Singaparna.
Asisten Administrasi Umum (Asda III) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tasikmalaya, Lala Heryana SSTP MSi, menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini sedang memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat untuk pembangunan PSEL.
Baca Juga:Gebyar STEAM Tingkat SMP Sangat Relevan dengan Permasalahan Sampah di Kabupaten TasikmalayaSoal Gebyar STEAM SMP Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana: Solusi dengan Hasil Karya
Salah satu aspek utama yang telah dipersiapkan adalah ketersediaan lahan di Kecamatan Manonjaya. Selain itu, pemerintah juga memastikan ketersediaan suplai air yang menjadi bagian penting dalam operasional fasilitas tersebut.
Berdasarkan hasil survei dan evaluasi, lokasi yang disiapkan telah memenuhi kriteria yang dipersyaratkan. Pemerintah daerah juga memastikan dukungan infrastruktur listrik karena jarak antara gardu listrik dengan lokasi instalasi PSEL relatif dekat.
Dukungan dari UP3 PLN Tasikmalaya pun telah diperoleh secara tertulis sebagai bagian dari kesiapan penyediaan energi untuk fasilitas tersebut.
Selain kesiapan infrastruktur, pemerintah daerah juga melakukan pemetaan ketersediaan sampah dari seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Langkah ini dilakukan agar pasokan bahan baku untuk fasilitas PSEL dapat berlangsung secara berkelanjutan. (Diki Setiawan)
