RADARTASIK.ID – Musim AC Milan tinggal menyisakan satu pertandingan lagi, tetapi evaluasi terhadap performa para pemain Rossoneri mulai menjadi sorotan besar di Italia.
Di tengah perjuangan dramatis mengamankan tiket Liga Champions, sejumlah pemain dinilai tampil di bawah ekspektasi, sementara beberapa nama lain justru menjadi penyelamat tim sepanjang musim.
Pasukan asuhan Massimiliano Allegri akan menjalani laga terakhir Serie A melawan Cagliari pada Senin 25 Mei pukul 01.45 WIB.
Baca Juga:Ibra Rayu Thiago Silva Pulang ke AC Milan, AS Roma Perpanjang Kontrak DybalaFinancial Fair Play Paksa AS Roma Korbankan Pemain Andalan: Svilar, Ndicka dan Kone Masuk Daftar Jual
Pertandingan tersebut dipandang sebagai laga paling menentukan musim ini karena kemenangan menjadi harga mati bagi Rossoneri untuk memastikan tiket Liga Champions musim depan.
Perjalanan Milan sepanjang musim memang penuh dinamika. Mereka sempat tampil luar biasa pada paruh pertama musim dan dianggap sebagai kandidat serius peraih Scudetto.
Namun perlahan performa tim mengalami penurunan drastis, baik secara fisik maupun mental.
Situasi itu membuat Milan gagal menjaga konsistensi dalam persaingan dengan Inter Milan dan Napoli.
Meski beberapa kali sukses dalam laga besar, Rossoneri kehilangan terlalu banyak poin di pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan.
Sejumlah pemain yang awalnya diharapkan menjadi pembeda justru dianggap gagal mempertahankan performa terbaik mereka.
Nama Christian Pulisic dan Rafael Leao termasuk yang paling sering mendapat kritik dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga:Marotta Balas Ejekan Cardinale: Inter Satu-satunya Tim yang Punya Dua Bintang di Kota MilanCardinale Tak Puas dengan Kinerja Manajemen AC Milan: Furlani Terancam Dicopot
Keduanya dinilai tidak cukup konsisten ketika Milan membutuhkan kontribusi besar di fase krusial musim.
Hal serupa juga terjadi pada Ardon Jashari dan Pervis Estupinan.
Meski datang dengan ekspektasi tinggi, keduanya gagal menunjukkan dampak signifikan karena berbagai faktor, termasuk masalah adaptasi dan kondisi fisik.
Sementara itu, Ruben Loftus-Cheek dianggap menjalani musim paling mengecewakan. Gelandang Inggris tersebut disebut kehilangan identitas permainan dan tidak mampu memberikan pengaruh besar di lini tengah Milan.
Di tengah kritik terhadap sejumlah pemain, Milan tetap memiliki beberapa sosok yang tampil menonjol. Nama yang paling banyak mendapat pujian adalah Strahinja Pavlovic.
Bek asal Serbia itu dianggap sebagai pemain dengan perkembangan paling signifikan musim ini.
Tidak hanya solid di lini belakang, Pavlovic juga beberapa kali tampil menentukan lewat kontribusinya dalam situasi bola mati maupun saat membantu serangan.
