“Guru bukan sekadar profesi, tetapi fondasi peradaban bangsa. Jangan biarkan harapan guru kembali menjadi omon-omon,” tandasnya.
Di tengah derasnya jargon peningkatan kualitas pendidikan, nasib guru masih kerap seperti buku usang di rak paling belakang: dibutuhkan, tetapi jarang benar-benar diperhatikan. (rezza rizaldi)
