BANJAR, RADARTASIK.ID – Petugas dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Banjar 3 bersama perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kelurahan Banjar melakukan pengambilan sampel air yang diduga tercemar limbah dapur program makan bergizi gratis (MBG), Jumat (22/5/2026).
Pengambilan sampel dilakukan di RT 02 RW 03 Lingkungan Banjar, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, setelah warga mengeluhkan kondisi air yang keruh dan mengeluarkan bau tidak sedap. Air tersebut diduga tercemar limbah dari dapur MBG yang berada di sekitar permukiman warga.
Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Banjar 3, Lilis Maryani mengatakan pengambilan sampel dilakukan berdasarkan laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran air.
Baca Juga:Doktor Politik!MAN 1 Tasikmalaya Mulai Bangun Gedung Laboratorium dan Perpustakaan SBSN 2026
“Kita ambil sampel air di tiga lokasi, pertama di dapur MBG dan kedua di rumah warga (diduga tercemar limbah dapur MBG),” ucapnya Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, sampel air yang telah diambil akan diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Banjar untuk memastikan kandungan di dalam air tersebut.
Petugas belum dapat memastikan apakah air tersebut benar tercemar limbah instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dari dapur MBG karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Sampel air yang kita bawa diserahkan ke Labkesda, dan hasilnya baru keluar satu minggu,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dapur MBG, Latip Faisyal membenarkan adanya pengambilan sampel air oleh petugas untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
“Iya betul ambil sampel air dari kita, hasilnya nanti menunggu dari laboratorium,” ujarnya.
Ia mengatakan pihak dapur MBG saat ini tengah memaksimalkan pengelolaan IPAL agar limbah yang dihasilkan tidak menimbulkan bau. Menurutnya, sistem pengolahan limbah di dapur tersebut telah menggunakan teknologi terbaru. (Anto Sugiarto)
