Selain faktor hormon, jerawat batu juga sering dipicu stres, kurang tidur, dan penggunaan produk skincare yang tidak sesuai dengan kondisi kulit.
2. Jerawat Papula
Papula merupakan jerawat kecil berwarna kemerahan tanpa nanah di bagian tengahnya.
Meski ukurannya tidak sebesar jerawat batu, kondisi ini tetap menandakan adanya peradangan pada kulit.
Baca Juga:Rental Motor Tasikmalaya Profesional, Ridefun Kelola Lebih dari 100 Unit untuk Transportasi Harian dan WisataRiding, Makeup, dan Lifestyle Modern: Honda Genio Hadirkan Pengalaman Seru di Bandung
Jika jumlahnya cukup banyak atau terus muncul berulang, papula sebaiknya diperiksakan ke dokter karena dapat berkembang menjadi jerawat yang lebih parah.
Penanganan biasanya disesuaikan dengan tingkat inflamasi dan kondisi kulit pasien.
Papula juga sering membuat tekstur wajah terasa kasar dan memengaruhi penampilan, terutama jika muncul di area pipi dan dahi.
3. Jerawat Pustula
Pustula adalah jerawat meradang yang memiliki ujung putih atau kuning akibat penumpukan nanah.
Banyak orang mencoba memencet pustula agar cepat kempes, padahal kebiasaan tersebut justru dapat menyebabkan infeksi lebih luas.
Jerawat pustula yang muncul dalam jumlah banyak biasanya memerlukan terapi khusus untuk membantu mengontrol bakteri dan produksi minyak berlebih pada kulit.
Dokter juga biasanya akan mengevaluasi faktor lain seperti hormon, pola hidup, dan penggunaan produk wajah yang dapat memicu jerawat semakin meradang.
4. Jerawat Hormonal
Jerawat hormonal umumnya muncul di area dagu, rahang, dan sekitar mulut.
Baca Juga:145 Siswa SMK Bekasi Dibekali Keterampilan Industri Otomotif oleh Astra HondaBeli Ban Motor FDR Bisa Bawa Pulang Emas, Program FDR Banjir Emas Hadir di Jawa Barat Utara
Kondisi ini sering dialami remaja maupun orang dewasa akibat perubahan hormon dalam tubuh.
Jerawat hormonal cenderung muncul berulang dan sulit hilang hanya dengan skincare biasa.
Karena itu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui faktor pemicunya secara lebih spesifik.
Pada beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan kombinasi treatment medis dan perubahan gaya hidup agar kondisi kulit lebih stabil dalam jangka panjang.
5. Jerawat yang Menimbulkan Bekas dan Scar
Jerawat yang meninggalkan bekas hitam, kemerahan, atau scar permanen juga sebaiknya ditangani dokter sejak dini.
Bekas jerawat yang tidak ditangani dapat memengaruhi tekstur kulit dan membuat wajah terlihat tidak rata.
Saat ini tersedia berbagai treatment estetika untuk membantu memperbaiki kondisi scar, seperti chemical peeling, laser, microneedling, hingga terapi tertentu sesuai kebutuhan kulit pasien.
